Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Ilham Triadi Nagoro mengemban tugas negara 'mengendalikan' hujan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Bagaimana cara kerjanya?
Berbekal 5 keris dan 1.000 dupa, Raden Ilham ditugasi untuk mengendalikan hujan di sejumlah area di IKN. Raden Ilham mengaku harus membawa barang-barang keperluan itu dari Banyuwangi. Sebab, barang-barang yang ia butuhkan tidak bisa didapat dengan mudah di IKN.
Salah satunya dupa, dia membawa 1.000 batang dupa dari Banyuwangi yang nyaris habis dalam 2 pekan. Untuk mendapatkan dupa di IKN, dia harus menempuh waktu 3 jam ke Balikpapan.
"Ya semua bawa dari Banyuwangi. Di sini cari dupa aja harus ke Balikpapan 2-3 jam perjalanan, bawa 1.000 stik atau 2 pak dupa habis seminggu," ujarnya, Rabu (31/7).
Dia menjelaskan bahwa fungsi dupa itu sangat krusial untuk menjalankan tugasnya mengendalikan curah hujan demi memperlancar proyek pembangunan di sejumlah area IKN.
Dupa-dupa itu, dia jelaskan, merupakan media untuk mereduksi hal-hal gaib sekaligus untuk menyelaraskan alam.
"Pokoknya dupa harus hidup terus. Kalau darurat bisa rangkap 10 dupanya," katanya.
Selain dupa, dia juga memerlukan media untuk mengalihkan cuaca. Dalam hal ini, Ilham membawa sepasang keris khusus serta membawa 3 keris lain untuk menangkal pengaruh gaib.
"Ya, saya bawa sepasang keris Pamor Singkir Lurus dan Luk (untuk mengalihkan cuaca). Serta 3 keris Patrem Naga Jimatan untuk piandel atau jaga diri dari berbagai gangguan," ujarnya.
Di IKN, Ilham mendapat penugasan khusus selama 22 hari dari Menteri PUPR Basuki Hadimulyno untuk membantu mengondisikan cuaca di IKN agar pembangunan bisa sesuai target.
"Penugasan khusus selama 22 hari atau bisa diperpanjang tergantung situasi. Atas permintaan Menteri PUPR Pak Basuki saat ke Banyuwangi hadir di even BEC lalu," ungkapnya.
"Tiga hari kemudian ditindaklanjuti oleh Dirjen Perumahan lewat stafnya telpon agar saya secepatnya berangkat ke IKN. Rabu-Kamis intens telpon saya. Jumat pagi berangkat," ujar Ilham.
Ada area khusus yang menjadi prioritas percepatan pembangunan. Di antaranya rusun untuk 2.000 ASN dan lokasi menginap untuk seluruh undangan saat peresmian Ibu kota baru.
"Prioritas titik lokasi yang harus saya amankan adalah pembangunan 5 unit rusun yang masing-masing punya 13 lantai dengan tipe 98 untuk 2.000 ASN dan tamu undangan dari seluruh provinsi se-Indonesia," ungkapnya.
Ilham telah melaksanakan tugasnya. Dia bahkan mengklaim, selama dirinya berada di sana cuaca di IKN cenderung panas. Justru ketika cuaca sudah cukup kondusif, pekerja proyek memintanya sesekali membiarkan hujan turun.
"Kondisi cuaca setiap hari seperti itu, Alhamdulillah setelah 12 hari saya di sini nggak pernah hujan tapi cenderung panas malah akhirnya disentil pekerja proyek agar dibiarkan hujan dan biar nggak berdebu," kisahnya.
-------
Artikel ini telah naik di detikJatim.