Upah minimum Indonesia dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina sangat bervariasi. Segini perbandingan upah minimum Indonesia dengan negara tetangga. Siapa paling besar?
Melansir ASEAN Briefing, Senin (14/10/2024), upah minimum meningkat secara bertahap untuk mengimbangi biaya hidup yang terus meningkat di kawasan tersebut dan untuk merangsang permintaan domestik.
Namun, meskipun terjadi peningkatan, upah minimum di sebagian besar negara ASEAN tetap jauh lebih rendah daripada upah minimum di negara-negara maju.
Di Indonesia sendiri, upah minimum bulanan rata-rata di 34 provinsi berkisar antara Rp 2,036-Rp 5,067 juta di tahun 2024. Sedangkan Malaysia, memiliki upah minimum bulanan di 56 kota besar Malaysia sejumlah Rp 5,2 juta.
Filipina memiliki tingkat upah minimum harian yang variatif di setiap provinsi, berkisar Rp 98.000 - Rp 166.508 per harinya untuk tahun 2024. Thailand memiliki upah minimum di tahun 2024 ini sekitar Rp 156.393 untuk wilayah Bangkok dan sekitarnya. Sedangkan untuk wilayah provinsi lain ia menetapkan Rp 156.859 per harinya.
Vietnam membagi 4 wilayahnya untuk menetapkan upah minimum, wilayah I daerah perkotaan Hanoi dan Kota Ho Chi Minh memiliki upah minimum Rp 3 juta per bulan. Wilayah II daerah pedesaan dari dua kota utama di negara tersebut seperti Can Tho, Da Nang dan Hai Phong sebesar Rp 2,7 juta per bulan.
Untuk wilayah III kota-kota dan distrik di Provinsi Bac Ninh utara, Bac Giang dan Hai Duong sebesar Rp 2,3 per bulan. Wilayah IV yang mencakup sisa dari 3 wilayah tersebut sebesar Rp 2,1 juta per bulan.
Terakhir ada Singapura, negara ini sejatinya tidak memiliki upah minimum yang ditetapkan. Namun Singapura memiliki Model Upah Progresif atau Progressive Wage Model (PWM). Model ini bertujuan untuk membantu meningkatkan upah pekerja berpenghasilan rendah melalui peningkatan keterampilan dan peningkatan produktivitas.