TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jagat maya dihebohkan kendaraan ambulans terekam kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) saat menerobos lampu merah sehingga kena tilang.

Kejadian ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, yang mempertanyakan apakah ambulans tetap wajib mematuhi lampu lalu lintas saat menjalankan tugas darurat.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menyampaikan bahwa sistem ETLE memang bekerja secara otomatis dan objektif, tanpa bisa menilai konteks situasi darurat di lapangan.

“Kamera ETLE tidak bisa membedakan apakah kendaraan yang melanggar sedang menjalankan misi kemanusiaan atau tidak. Sistem ini bekerja berdasarkan algoritma dan sensor, bukan penilaian manusia langsung,” jelas AKBP Ojo dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa ambulans yang tengah membawa pasien atau jenazah dalam kondisi darurat memiliki hak prioritas di jalan, sebagaimana diatur dalam Pasal 134 dan 135 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Dalam situasi tertentu, ambulans diperbolehkan menerobos lampu merah, asal disertai dengan sinyal suara dan lampu isyarat, serta tetap mengutamakan keselamatan,” lanjutnya.

AKBP Ojo menambahkan, jika ambulans terekam melakukan pelanggaran dan menerima surat konfirmasi ETLE, maka hal itu bisa disanggah dan tidak langsung dinyatakan bersalah. 

Polda Metro Jaya telah menyediakan mekanisme resmi bagi pengemudi atau penanggung jawab ambulans untuk mengajukan sanggahan.

“Kami menjamin proses ini transparan dan profesional. Selama bukti yang diberikan valid, maka surat tilang ETLE akan dibatalkan, dan tidak akan dikenakan sanksi apapun,” tegas AKBP Ojo.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh instansi pelayanan kesehatan maupun operator ambulans untuk selalu mendokumentasikan setiap tugas darurat. 

Rekaman perjalanan, surat tugas, hingga dokumentasi video bisa menjadi bukti penting bila terjadi pelanggaran yang terekam ETLE.

Adapun prosedur pengajuan sanggahan online dapat melalui website ETLE PMJ dengan menyertakan identitas serta bukti pendukung seperti surat tugas ambulans, dokumentasi GPS, atau video saat bertugas.

Langsung ke loket layanan ETLE di Samsat Wilayah Polda Metro Jaya lalu bawa surat tilang ETLE dan dokumen pendukung, untuk diverifikasi oleh petugas.

Kunjungan ke Kantor Subdit Gakkum Ditlantas PMJ di Pancoran jika diperlukan, sanggahan juga dapat dilakukan langsung ke kantor Subdit Gakkum di Pancoran, Jakarta Selatan.

Baca Lebih Lanjut
Polisi Persilakan Ambulans Kena E-TLE Beri Sanggahan: Tilang Bisa Digugurkan
Detik
Viral Ambulans Berhenti di Lampu Merah Sebab Takut Ditilang, Ini Kata Polisi
Detik
7 Fakta Satpam RS Dianiaya Keluarga Pasien Buntut Ditegur soal Parkir
Detik
Viral Kekerasan Seks Dokter PPDS ke Pasien, RSHS Buka Suara
Detik
Reaksi Priguna Dokter PPDS Saat Anak Pasien Sadar Usai Diperkosa
Detik
Viral Satpam RS di Bekasi Dianiaya Pihak Pasien hingga Kejang-Muntah Darah
Detik
Identitas Pelaku Penganiayaan Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Terungkap, Kapan Polisi Menangkap?
Tribunnews
Kronologi Satpam RS Bekasi Dihajar ABG hingga Koma 4 Hari, Sempat Alami Amnesia Tak Ingat Anak dan Istri
Widy Hastuti Chasanah
Dokter PPDS Unpad Diduga Lecehkan 2 Pasien Lainnya
Detik
Pria yang Viral Aniaya Satpam RS di Bekasi Ditangkap!
Detik