Jakarta (ANTARA) - CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menjelaskan pendekatan khususnya dengan menunda tanggal rilis Grand Theft Auto VI (GTA 6) dari sebelumnya Mei menjadi 19 November 2026.
Pemimpin perusahaan yang menaungi studio Rockstar Games itu menyatakan bahwa ia ingin pemasaran GTA 6 secara "halus".
Dalam video wawancara yang dilansir dari unggahan akun @gamerszoneonly, Senin, Zelnick memberikan perumpamaan bahwa tim pemasar mereka bukan menjual makanan siap saji, tapi menjual karya unik yang bernilai seni.
"Kami tidak menjual hamburger. Kami menjual bentuk seni yang unik ini (We’re not selling hamburgers. We’re selling this unique art form)," kata Zelnick.
Dilansir dari IGN, Zelnick juga menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menghabiskan dana pemasaran sebelum waktu peluncuran sudah sangat dekat.
Ia menyebut proses ini sebagai sebuah tantangan karena ingin produk tersebut dimiliki secara otentik (authentically) oleh konsumen. "Pemasarannya harus halus. Harus terasa seperti, Anda tahu, ini nyata," ujar Zelnick.
Zelnick telah menyangkal rumor mengenai peluncuran yang hanya tersedia dalam versi digital (digital-only). Dalam laporan Variety yang dilansir dari IGN, ia menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk membatalkan versi fisik saat peluncuran awal nanti.
GTA 6 tetap dijadwalkan untuk hadir bagi pengguna konsol PlayStation 5 (PS 5) dan Xbox Series X/S.
Sebelumnya, Rockstar Games telah mengoreksi tanggal rilis GTA 6 dalam cuplikan (trailer) yang beredar di YouTube, dari semula Mei 2026 menjadi Kamis (19/11).
Dilansir dari situs jejaringnya, Rockstar memohon maaf karena menambah waktu penantian yang disadari sudah cukup lama, tetapi bulan-bulan tambahan ini akan memungkinkan pihak studio menyempurnakan gim itu dengan tingkatan yang pemain harapkan dan pantas didapatkan.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas kesabaran dan dukungan Anda. Meskipun penantiannya sedikit lebih lama, kami sangat gembira para pemain dapat merasakan luasnya wilayah Leonida (set lokasi permainan) dan kembalinya Vice City di masa modern," imbuh siaran pers perusahaan itu.