Jakarta -

Seorang wanita berusia sekitar 46 tahun memilih untuk melanjutkan hidup tinggal di pulau tak berpenghuni. Hal ini dilakukan karena merasa lelah dengan pekerjaannya.


Wanita bernama Yue Li yang merupakan manajer senior di perusahaan properti sukses itu mulai mengeluh dengan kehidupannya. Ia merasa pekerjaan seperti penjara, yang menguras kesehatan fisik dan mentalnya.


Dengan kondisi itu, Yue Li mengambil keputusan ekstrem untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ia memilih tinggal di Pulau Dongzhai, sebuah pulau tak berpenghuni di kawasan Laut China Timur.




Kesenjangan kehidupan lama dan baru Yue Li sangat mencolok. Selama 20 tahun, ia terbiasa dengan ritme kerja yang gila.


"Saya melakukan perjalanan bisnis selama 300 hari dalam setahun. Saat di Beijing, saya menghabiskan empat jam setiap hari hanya untuk bolak-balik kantor-rumah," kenang Yue Li, dikutip dari .




"Kesehatan saya berada di titik ekstrem," tambahnya.




Kini, tugas harian Yue Li sangat jauh berbeda. Ia berprofesi sebagai inspektur kualitas di pangkalan pembibitan ikan, mencatat suhu air, memantau gelombang, dan memeriksa peralatan pakan.


Gajinya juga menurun drastis, hanya 3 ribu yuan atau sekitar 7,8 juta rupiah per bulan.


Penyesuaian Diri yang Tak Mudah


Ternyata Yue Li menghadapi berbagai masalah saat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ia harus berhadapan dengan cuaca ekstrem dan tikus-tikus yang mengambil barang-barangnya.


"Saat hujan deras, air bocor dari atap dapur. Jika angin mencapai level 9, saya bahkan tidak bisa menyalakan api untuk memasak," bebernya.






Fasilitas juga sangat minim. Pasokan logistik hanya bergantung pada kapal yang datang sangat jarang.


Meski begitu, Yue Li mengaku tidak menyesal. Ia merasa memiliki waktu luang yang melimpah untuk membaca buku dan menikmati matahari terbenam, sesuatu yang mustahil didapatkan saat masih bekerja di Beijing.


Kebutuhan makannya pun sering kali dipenuhi sendiri dari alam. Ia menangkap belut hingga kepiting besar menggunakan perangkap.


"Pasokan kepiting di sini sangat melimpah, lebih dari cukup untuk saya makan. Saya telah mencari kebebasan dan kedamaian batin di lingkungan yang sederhana namun keras ini," tutupnya.

























Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.