Aceh Tengah (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah berharap memperoleh bantuan peralatan dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera.
Kepala BPBD Aceh Tengah Andalika mengungkapkan saat ini menemui kendala dalam pembukaan akses berupa jalan hingga lahan yang terdampak banjir Sumatera karena minimnya peralatan yang membuat proses pembukaan akses wilayah terdampak masih belum cukup optimal sejauh ini.
“Kami berharap bahwa bantuan terutama kepada Satgas Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Wilayah Sumatera di Provinsi Aceh agar dapat membantu kami yang pertama dari segi peralatan yang kedua dari segi material jembatan, jembatan beli khususnya untuk membuat jembatan berat atau jembatan sementara,” kata Andalika kepada ANTARA, Kamis.
Andalika menjelaskan bahwa saat ini pembersihan lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak bencana Sumatera masih belum optimal karena kendala di segi peralatan.
Selain itu normalisasi sungai-sungai yang terdampak banjir masih belum dibersihkan secara maksimal.
Andalika menjelaskan proses revitalisasi pascabencana menemui kendala peralatan dan juga suplai bahan bakar minyak (BBM) yang masih terbatas. Begitu juga dengan material berupa pipa air yang sudah terputus.
“BBM agar ditambah pasokannya di Kabupaten Aceh Tengah untuk memenuhi kebutuhan peralatan berat. Kemudian yang terakhir yang kami minta adalah pipa air bersih yang hampir 101 kampung terputus karena kampung itu terjadi tanah longsor sehingga air bersih yang memang disini rata-rata memang secara gravitasi dari sumber langsung itu pipanya yang hampir puluh ribu terputus,” ujar Andalika.
Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melaporkan, total kebutuhan pendanaan rencana aksi kementerian/lembaga (K/L) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pasca-bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebesar Rp56,3 triliun dengan total 2.108 kegiatan selama tiga tahun ke depan.