Palu (ANTARA) - Kantor SAR Palu menyatakan dua korban kapal KLM Nur Ainun Balqis yang dilaporkan tenggelam di perairan Selat Makassar wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah belum ditemukan hingga operasi pencarian hari ke empat.
"Belum ada tanda-tanda kami temukan. Operasi pencarian dan pertolongan akan kami lanjutkan pada hari ke lima," kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal di Palu, Kamis.
Dia menjelaskan, skema pencarian menyisir area-area yang dilaporkan kepada tim SAR, karena secara spesifik titik koordinat tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis tidak diketahui.
Hingga hari ke empat operasi, pihaknya memperluas wilayah pencarian hingga 768 mil laut yang sebelumnya 509 mil laut dengan tetap melibatkan KN SAR Baladewa sebagai armada utama operasi.
"Sesuai aturan operasi SAR, kegiatan pencarian dilaksanakan selama tujuh hari apabila korban belum ditemukan. Kami tetap konsisten melalukan pencarian terhadap dua korban dengan mengerahkan sumber daya yang ada," ujarnya.
KLM Nur Ainun Balqis berlayar dari pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara menuju pelabuhan Orange Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan pada Kamis (12/2) sekitar pukul 02.00 Wita.
Di tengah perjalanan saat berada di Selat Makassar kapal dihantam ombak dan mengalami oleng hingga tenggelam, seluruh penumpang sekaligus awak kapal melompat ke laut menyelamatkan diri.
"Dua korban yang masih dalam pencarian yakni Gus wan (47) dan Adam (20), sedangkan tiga orang penumpang lainnya selamat atas nama Saharudin (47), Muh Alwi (32), Muksin (47) yang ditemukan nelayan Donggala," turut Rizal.
Ia menambahkan operasi hari ke lima pada Jumat (20/2), tim akan melakukan pencarian mulai Pukul 07.00 Wita, sebelum berangkat tim membagi tugas dengan tetap memperhatikan petunjuk keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.
"Adapun tim SAR gabungan terlibat yakni personel Kantor SAR Palu, AKB KN SAR Baladewa, TNI-AL, Polairud, Sama SAR dan nelayan setempat," kata dia.