Jakarta -

Saat Ramadan, kurma menjadi salah satu buah yang diincar untuk dikonsumsi selama berpuasa. Namun, baru-baru ini ramai di media sosial X unggahan yang menyebut kurma memiliki kandungan sirup glukosa dan dijual bebas di pasaran.


Pada label asli produk tercantum tambahan sirup glukosa, namun pada label tambahan berbahasa Indonesia hanya tertulis kurma.


Unggahan inilah yang kemudian banyak menimbulkan kekhawatiran netizen untuk mengonsumsi kurma kemasan dengan kandungan glukosa lantaran bisa memicu lonjakan gula darah saat berbuka puasa. Lantas bagaimana ciri-ciri kurma yang mengandung sirup glukosa?




Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Nuri Andarwulan, menjelaskan secara fisik, kurma yang dilapisi sirup glukosa biasanya tampak lebih lembap dan mengkilap.


"Kandungan gulanya lebih tinggi, rasanya lebih manis," ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (25/2/2026).






Terkait konsumsi, ia menyarankan porsi kurma yang wajar saat berbuka puasa adalah sekitar 1-3 butir atau setara 5-20 gram. Sementara itu, bagi penderita diabetes, konsumsi perlu lebih dibatasi, dan satu butir kurma dinilai sudah cukup.


Senada, spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH mengatakan secara umum kurma berlapis sirup glukosa masih aman dikonsumsi oleh orang sehat. Namun, ia tetap menyarankan memilih kurma yang tidak terlalu mengilap, karena biasanya kurma tanpa pelapis sirup glukosa memiliki tekstur lebih lembut dan tidak terlalu lengket.


"Biasanya yg tanpa pelapis sirup glukosa kurmanya lembut dan tidak lengket. Beli di tempat penjualan kurma yg terpercaya," ucapnya saat dihubungi terpisah, Rabu (25/2/2026).


"Boleh 3 butir atau lebih (mengonsumsinya). Tergantung jenis kurmanya. Bila kurmanya sangat manis sebaiknya jangan terlalu banyak," katanya lagi.











Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.