Karanganyar -
42 kamera trap bakal dipasang di gunung Lawu untuk memantau pergerakan macan tutul yang hidup di sana.
Puluhan kamera dipasang untuk memantau pergerakan hewan buas yang turun gunung ke permukiman sekitaran hutan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sebelumnya, ditemukan tanda-tanda hewan buas menyerang ternak warga di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, kemudian warga dihebohkan dengan kemunculan macan tutul di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu.
Di Desa Sepanjang, diduga ada dua ekor Macan Tutul yang turun ke pemukiman warga. Satu ekor Macan Tutul telah berhasil dievakuasi dari rumah warga di Dusun Sendang. Sementara satu ekor lainnya masih dalam pemantauan.
Kasi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Jawa Tengah Sudadi mengatakan, kamera trap sudah dipasang di sekitar rumah warga. Selain itu, kamera trap juga dipasang di kawasan hutan Lawu.
"Kemarin baru ditemukan jejaknya (ada dua ekor Macan Tutul). Kemarin dilakukan pemasangan kamera trap di sekitar lokasi kandang (ternak warga), dan kawasan Hutan Lawu. Di sekitar kandang dua kamera, di Hutan Lawu kami kerjasama dengan Kementrian Perhutanan melalui OPTD di daerah BKSDA, SINTAS, Perhutani, dan Tahura itu melakukan pemasangan sekitar 40 titik," kata Sudadi saat dihubungi awak media, Rabu (4/3/2026).
Meski ditemukan dua jejak macan tutul di Dusun Sendang, Sudadi masih belum mengofirmasi hewan buas turun ke pemukiman warga sebanyak dua ekor. Terlebih, keberadaan macan tutul satunya belum diketahui.
"Belum tahu antara iya dan tidak, tapi sudah antisipasi dengan pemasangan kamera trap," ucapnya.
Meski demikian, ia tetap mengimbau agar warga tetap waspada, memperkuat kandang ternak, dan menambah lampu penerangan. Jika ditemukan adanya hewan buas turun ke pemukiman, warga bisa segera melaporkan ke pihak terkait.
Sementara itu, satu ekor Macan Tutul jantan yang kemarin sempat dievakuasi, kini sudah dibawa ke Solo Safari. Sudadi menjelaskan, kondisi macan tersebut dalam keadaan baik.
"Kondisinya baik. Belum tahu (berapa lama dititipkan ke Solo Safari), kita masih melakukan observasi dulu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo mengatakan, Macan Tutul itu sudah terlihat sejak Sabtu (28/1) malam.
"Kemarin siang-siang juga terlihat, ada yang melihat. Di rumah paling pinggir, perbatasan dengan hutan. Iya (hari ini warga juga melihat macan lagi). Ini dari BPBD, BKSDA sudah di lokasi," kata Eko saat dihubungi detikJateng, Selasa (3/3/2026).
Dari pengecekan yang dilakukan BKSDA dengan Forkopimcam Tawangangu, Eko mengatakan jika ditemukan dua jejak satwa liar berukuran 7X8 centimeter, dan 3X2 centimeter.
"Dimungkinkan ada dua ekor satwa liar yang masuk ke pemukiman warga, besar dan kecil," jelasnya.
Eko mengatakan, ada dua ekor Macan Tutul yang terlihat. Yakni anak dan indukannya. Dilaporkan, sudah ada enam ekor ayam milik warga yang diduga disantap Macan Tutul tersebut.
"Kemarin ada 6 ekor ayam yang dimakan. Mungkin dia melatih anaknya. Karena ditemukan jejak kaki yang kecil," ucapnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno mengatakan, satu Macan Tutul dievakuasi dengan cara dilumpuhkan dengan obat bius saat berada di area pemukiman warga.
"Dari identifikasi awal memang ada dua ekor. Tetapi yang berada di rumah warga dan berhasil kami tangani hari ini satu ekor. Satu lainnya masih dalam penelusuran," kata Hendro, Selasa (3/3/2026).
Proses evakuasi melibatkan tim dari BKSDA, Solo Safari, BPBD, dan Forkopimcam Tawangmangu. Evakuasi dilakukan sekira pukul 15.30 WIB, yang dimulai denga sterilisasi area.
Saat Macan sudah tersudut, kemudian dilakukan bius hingga Macan Tutul itu tidak sadarkan diri, dan dibawa ke Solo Safari. Proses evakuasi sendiri memakan waktu sekira 30 menit, dan disaksikan oleh sejumlah warga.
"Untuk prosesnya, mulai dari persiapan sampai pembiusan kurang lebih 30 menit. Pembiusan dilakukan di lokasi, dan bius itu sifatnya sementara untuk memudahkan proses evakuasi," ucapnya.
Itulah berita terpopuler detikTravel, Jumat (6/3) kemarin. Selain itu, ada juga berita tentang sekeluarga dari Irak mau masuk ke Bali pakai paspor palsu hingga viral penjaga kursi pijat di Stasiun Gubeng Surabaya dituduh mencuri gelang emas milik ibu-ibu.
Berikut Berita Terpopuler detikTravel, Jumat (6/3/2026):
1. 42 Kamera Trap Dipasang di Gunung Lawu, Pantau Pergerakan Macan Tutul
2. Siasat Satu Keluarga dari Irak Pakai Paspor Palsu Mau Masuk ke Bali
3. Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
4. Cerita Orang-orang yang Berhasil Terbang Keluar dari Timur Tengah
5. Terdampak Konflik, Bandara Tersibuk di Dunia Amsyong Rp 16 M per Menit
6. Inggris Imbau Warganya Siapkan Persediaan Darurat dan Obat-obatan
7. Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar
8. Hotel Bintang 5 dengan Akomodasi Kelas Dunia, Trans Hotel Jakarta
9. Kabar Bagus Buat Traveler, Bagasi Gratis Citilink Balik Lagi Jadi 15 Kg
10. Viral Penjaga Kursi Pijat Stasiun Gubeng Dituduh Curi Gelang, KAI Buka Suara