Ini merupakan upaya PT Sarana Multi Infrastruktur untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam penerbitan obligasi,

Jakarta (ANTARA) - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) dengan target indikasi penghimpunan dana hingga Rp300 miliar.



Instrumen ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026.


Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah di Jakarta, Senin mengatakan, penerbitan ORIS bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.


"Ini merupakan upaya PT Sarana Multi Infrastruktur untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam penerbitan obligasi," kata Reynaldi.







Obligasi ini obligasi yang berkelanjutan, di mana proceed daripada pengumpulan dana ini akan dipakai untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia.


ORIS menawarkan dua pilihan tenor, yakni 1 tahun dengan kupon 5,60 persen per tahun dan 3 tahun dengan kupon 6,05 persen per tahun. Nilai minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5 juta dengan kelipatan Rp1 juta untuk setiap tambahan pemesanan.


Seluruh dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan untuk pembiayaan proyek yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan sosial, sesuai dengan Sustainable Funding Framework PT SMI.


Proyek tersebut mencakup sektor hijau seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih.







Reynaldi menerangkan, instrumen ini juga telah memperoleh peringkat nasional idAAA dari Pefindo, yang mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap kemampuan PT SMI dalam memenuhi kewajiban keuangannya.


Direktur Manajemen Risiko PT SMI Pradana Murti menjelaskan bahwa penerbitan ORIS tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang kuat.


"Sebagai Development Finance Institution (DFI), setiap instrumen yang kami terbitkan dirancang dengan kerangka manajemen risiko yang komprehensif," katanya.


Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan ke proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang ketat, baik dari aspek kelayakan finansial, dampak sosial dan lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjang, jelasnya.







Dalam proses penawaran umum, PT SMI bersama sejumlah Joint Lead Underwriter yakni PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk akan menggelar sosialisasi dan roadshow di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.


Melalui penerbitan ORIS, Perseroan berharap dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan berkelanjutan sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik dan memperkuat struktur pendanaan jangka panjang yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.


Adapun calon investor dapat mengikuti beberapa tahapan untuk berinvestasi dalam ORIS.


Pertama, registrasi, yakni menyampaikan minat investasi melalui penjamin pelaksana emisi yang telah ditunjuk.


Kedua, pemesanan, yang dapat dilakukan setelah proses registrasi dan verifikasi selesai. Pemesanan hanya dapat dilakukan selama masa penawaran sesuai ketentuan masing-masing penjamin pelaksana emisi.






Ketiga, pembayaran, yakni investor wajib menyediakan dana sesuai jumlah pemesanan setelah pesanan diverifikasi.


Keempat, konfirmasi dan settlement. Setelah pembayaran diproses, investor akan menerima konfirmasi transaksi dan ORIS akan tercatat pada rekening Surat Berharga milik investor pada tanggal settlement sesuai jadwal yang telah ditetapkan.