Saya berharap Kopindosat bisa mengkaitkan pembangunan fiber optik ini dengan upaya kami mempercepat operasionalisasi Kopdes Merah Putih, karena pengelolaan Kopdes akan butuh internet,
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meminta agar pembangunan jaringan backbone fiber optik di jalur kereta api lingkar Jawa dapat dikaitkan langsung dengan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan lapangan ke proyek pembangunan backbone fiber optik jalur kereta api lingkar Jawa yang digagas Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat) di Stasiun Gubeng, Surabaya, Senin.
Menkop mengapresiasi pelaksanaan proyek backbone fiber optik yang saat ini sudah sampai pada tahap project closing.
Ferry menegaskan, salah satu kendala klasik yang dihadapi desa dan kelurahan di daerah terpencil adalah keterbatasan jaringan internet dan listrik.
“Saya berharap Kopindosat bisa mengkaitkan pembangunan fiber optik ini dengan upaya kami mempercepat operasionalisasi Kopdes Merah Putih, karena pengelolaan Kopdes akan butuh internet,” ujarnya dalam keterangan pers.
Ia menambahkan, setelah jaringan fiber optik beroperasi secara komersial, layanan ini diharapkan mampu menyediakan internet murah, cepat, dan terjangkau hingga ke rumah warga.
Ia menyatakan, Kemenkop melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi juga siap memberikan tambahan dukungan berupa pembiayaan kompetitif, termasuk kemungkinan membantu instalasi hingga ke rumah warga agar layanan benar-benar menjangkau semua lapisan masyarakat.
Selain infrastruktur, Ferry menekankan pentingnya peningkatan SDM pengelola Kopdes/Kel Merah Putih. Menurutnya, keterbatasan SDM menjadi tantangan nyata yang perlu segera diatasi melalui pelatihan dan pendampingan digitalisasi.
Untuk itu, Menkop mengajak Kopindosat untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan SDM pengelola dan pengurus Kopdes Merah Putih, khususnya terkait dengan digitalisasi.
Sementara itu, Direktur Utama Kopindosat Wahono menjelaskan, pembangunan backbone fiber optik dilakukan di sepanjang jalur rel kereta dengan total panjang sekitar 4.600 kilometer, membentang dari Cikampek hingga Banyuwangi dengan sejumlah percabangan.
Proyek ini mendapat dukungan pembiayaan dari LPDB Koperasi sekitar Rp47–48 miliar.
“Proyek ini diharapkan menjadi solusi percepatan pemerataan jaringan internet di berbagai wilayah, khususnya pelosok desa dan kelurahan,” ujar Wahono.