Jakarta (ANTARA) -
PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality menghadirkan rangkaian kegiatan pada Ramadhan 2026 dengan mengangkat budaya dan tradisi lokal di seluruh jaringan hotel yang dikelolanya.
Direktur Commercial InJourney Veronica H. Sisilia mengatakan konsep Ramadhan tahun ini menekankan sentuhan Indonesia di setiap titik layanan, mulai dari bandara, destinasi, hingga hotel.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman Ramadhan yang berakar pada budaya Indonesia. Setiap hotel punya ciri khas daerahnya masing masing,” ujar Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia dalam konferensi pers menyambut kesiapan jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Gedung Sarinah, Senin.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat menambahkan kegiatan Ramadhan tersebut tidak hanya menghadirkan paket buka puasa, tetapi juga pengalaman menginap yang terintegrasi dengan aktivitas di dalam hotel.
Menurut dia, tren libur panjang mendorong tamu memilih short getaway dan menghabiskan lebih banyak waktu di hotel bersama keluarga.
“Hotel tidak lagi sekadar tempat menginap satu atau dua malam. Kami siapkan berbagai aktivitas seperti wellnessprogram, olahraga, hingga kegiatan keluarga agar hotel menjadi destinasi itu sendiri,” katanya.
Sejumlah hotel menghadirkan iftar tematik dengan kurasi menu lokal yang disesuaikan dengan karakter daerah masing masing.
Di Yogyakarta dan Jawa Tengah, misalnya, sajian tradisional diangkat dalam konsep yang lebih modern. Sementara di Bali dan Nusa Tenggara, hotel menghadirkan pengalaman bersantap dengan sentuhan budaya setempat.
Selain itu, manajemen menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghadirkan produk kerajinan, batik, hingga tenun sebagai bagian dari pengalaman tamu selama Ramadhan.
Christine mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat identitas hotel sebagai representasi budaya Indonesia.
“Kami ingin setiap tamu yang datang merasakan bahwa ini adalah hotel Indonesia, dengan keramahan dan budaya yang khas,” ujarnya.
InJourney Hospitality mengelola 40 hotel di 15 provinsi dengan total sekitar 4.700 kamar. Pada periode Lebaran 2026, tingkat okupansi secara nasional diproyeksikan mencapai 63 persen, didorong momentum libur panjang dan peningkatan minat perjalanan domestik.