Dengan begini, saluran ke arah lubang sudah mulai mengering, harapannya memang lubang itu tidak bertambah lebar lagi,

Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bahwa longsoran pada lubang raksasa di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah mulai melambat setelah dilakukannya penutupan aliran air dari saluran irigasi di wilayah setempat.



"Dengan begini, saluran ke arah lubang sudah mulai mengering, harapannya memang lubang itu tidak bertambah lebar lagi," kata Dody Hanggodo, di Aceh Tengah, Senin.


Pernyataan itu, disampaikan Dody Hanggodo saat meninjau progres penanganan longsoran atau lubang raksasa yang telah menelan perkebunan warga setempat, di Ketol, Aceh Tengah.


Dody menyampaikan, penutupan aliran air dari saluran irigasi itu dilakukan karena menjadi salah satu penyebab terjadinya progresifitas longsoran. Dengan demikian, lubang tersebut mulai mengering.







Langkah ini dilakukan, lanjut dia, karena memang berdasarkan hasil kajian awalnya, terdapat resapan air di bawah tanah di sana, sehingga membuat lubangnya terus melebar.


Sejak dilakukan penutupan aliran air, progresifitas longsoran mulai melambat dan cenderung berhenti dari sebelumnya mencapai sekitar 4-5 meter per hari (monitoring menggunakan patok).


"Suspect awal kemarin kan ada resapan air di bawah yang membuat kemudian lubang melebar empat meter per hari. Sekarang kita lihat sudah mulai berkurang sekali," ujarnya.


Dirinya menegaskan, jika air terus menetes setiap detik ke lubang meskipun kecil hanya dari selokan juga bisa membuat lubang membesar. Karena itu, pihaknya terus memantau perkembangannya dan melakukan penanganan terbaik.







Selain itu, tambah Dody, di sekitar lubang nantinya juga bakal dibuat penahan atau penguat agar tidak melebar lagi nantinya. Tetapi, harus distabilkan dulu agar pengerjaannya safety.


"Kita berharap dalam waktu sesingkat-singkatnya kita bisa bener benar-benar memberhentikan lubang itu hingga 100 persen," demikian Dody Hanggodo.


Sebagai informasi, meski saluran air ditutup, Kementerian PU juga telah memikirkan kebutuhan air pagi petani yang berkebun di wilayah lubang tersebut, salah satunya dibuatkan sumur bor serta diwacanakan pembuatan embung.