Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).


"Sidak ini untuk memastikan program MBG tetap aman, sehat, dan sesuai kebutuhan anak serta sesuai ketentuan yang ditetapkan," kata Tenaga Ahli Waka III BGN Dian Islamiati Fatwa saat melakukan sidak di Lombok Tengah, Minggu.


Dalam sidak tersebut BGN menemukan hampir seluruh fasilitas serta sarana dan prasarana milik dapur itu tidak memenuhi standar operasional.


Ia menyebut contoh tempat pencucian ompreng yang bersebelahan dengan toilet, plafon tidak menggunakan waterproof, lantai tidak diafoksi dengan baik, serta tidak menggunakan AC pada sejumlah ruangan.







"Apalagi ada kipas angin. Debu ini akan jatuh ke makanan ketika dimasak," katanya.


Ia mengatakan bahwa dinding dapur juga berjamur.


Menurut dia, dapur tersebut sudah layak untuk ditutup karena sejumlah fasilitas belum memadai untuk beroperasi. Ia khawatir tetap beroperasinya SPPG itu akan membawa bahaya bagi penerima manfaat.


"Tampaknya ini akan disuspensi," tegasnya lagi.


Lebih parahnya lagi, katanya, kepala SPPG dapur itu merupakan Kordinator Kecamatan (Korcam) di Praya, yang seharusnya mampu memberikan contoh yang baik bagi dapur lain.






"Kami akan evaluasi (korcam), apalagi dia di internal BGN. Mestinya dia mampu menilai komponen yang berbahaya bagi makanan yang didistribusikan," imbuhnya.