Jakarta (ANTARA) - Pelatih RANS Simba Bogor Antonius Joko menyebut timnya memulai pertandingan dengan lambat sehingga kalah 101-105 melawan Kesatria Bengawan Solo, dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026, di Gymnasium SV IPB, Bogor, Minggu (15/3) malam.
Dia menjelaskan, RANS sempat tertinggal cukup jauh pada dua kuarter awal sebelum akhirnya mampu mengejar ketertinggalan dan memaksa laga ke babak tambahan (overtime).
"Kami start atau panasnya terlalu lama, makanya di dua kuarter awal perolehan poin jauh karena kami tidak merespons dengan cepat dalam transisi defense," kata Antonius seusai pertandingan.
Lebih lanjut dia menjelaskan timnya kehilangan momentum sejak awal pertandingan karena terlambat menemukan ritme permainan.
Kondisi itu membuat lawan mampu memanfaatkan transisi dengan baik dan membangun keunggulan sejak awal laga.
RANS bahkan tertinggal hingga 18 poin sampai akhir kuarter kedua.
Meski demikian, Antonius mengapresiasi upaya para pemain yang mampu memperbaiki performa pada dua kuarter terakhir hingga memaksa pertandingan dilanjutkan ke overtime.
Pada babak tambahan, RANS sempat memimpin enam poin.
Namun sejumlah turnover serta rendahnya persentase lemparan bebas (free throw) sebanyak 52 persen, membuat keunggulan itu tidak bertahan lama.
Dia menilai persentase tersebut terlalu rendah untuk bisa mengamankan kemenangan dalam laga yang berlangsung ketat.
Point guard RANS Simba Bogor Reggie Mononimbar juga menilai timnya kurang agresif pada awal pertandingan sehingga memberi ruang bagi lawan untuk mencetak poin lebih mudah.
"Jadi seperti memberi kemudahan untuk lawan," ujar mantan pemain Pelita Jaya Jakarta itu.
Dia menambahkan, ketertinggalan banyak pada paruh pertama membuat tim harus bekerja lebih keras untuk mengejar poin, meski masih akhirnya memaksa lawan ke babak tambahan.
Hasil laga tersebut, membuat rekor laga Kesatria Bengawan Solo menjadi 4-8 (menang-kalah) dan naik ke peringkat sembilan dari 10, dalam klasemen sementara dengan mengemas total 16 poin.
Sementara RANS Simba Bogor tetap bertengger di posisi ketujuh dengan rekor laga 5-8 dan mengumpulkan total 18 poin.