...Semua masyarakat terdampak bencana ikut karena dua jorong ini ikut

Agam (ANTARA) - Warga dari dua jorong yang terdampak bencana Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menggelar pawai obor untuk menyambut malam takbiran pada Kamis malam.


Pawai obor diikuti sekitar 80 peserta yang didominasi anak-anak usia pra-Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan di belakangnya terdapat barisan sekitar 20 pemuda yang memainkan gendang tambua dan tansa.


Wali Jorong Kubu, Reza Triandori, mengatakan rangkaian pawai obor ini merupakan bentuk kolaborasi dua jorong yang sama-sama terdampak bencana dan ingin tetap menjaga tradisi di tengah pemulihan bencana.


“Semua masyarakat terdampak bencana ikut, karena dua jorong ini ikut. Biasanya satu jorong, alasannya biar antar jorong ada silaturahmi.


Reza menjelaskan biasanya Jorong Kubu juga menyambut malam Takbiran dengan membuat rakik-rakik (rakit tradisional), tetapi dikarenakan masyarakat dalam pemulihan pascabencana, tidak ada pemuda yang melaksanakan proses pembuatan rakik-rakik.







“Tahun sebelumnya kita ada acar rakit-rakit, tapi berhubung karena tahun ini kita ada bencana, pemuda tidak ada untuk membuat itu,” tambahnya.


Rute pawai dimulai dari titik kumpul di Jorong Nagari kemudian menyusuri jalan kampung sejauh kurang lebih 1 kilometer sebelum berakhir di masjid Jorong Kubu.


Sepanjang perjalanan, gema takbir terdengar mengiringi langkah para peserta. Di bagian belakang, terdengar tabuhan yang khas, menambah semarak suasana malam takbiran di lokasi tersebut.


Peserta kegiatan juga melewati salah satu jembatan armco, jembatan yang telah dibangun kembali setelah sempat memutus akses antar jorong. Di sisi kanan peserta juga terdapat sisa material yang terbawa banjir bandang, didominasi oleh bebatuan.






Setibanya di halaman masjid, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran kembang api dan berbagai atraksi yang ditampilkan oleh para pemuda. Atraksi tersebut disaksikan warga yang telah mengiringi perjalanan rombongan pawai sejak awal.


Nagari Sungai Batang turut menjadi wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.


Berdasarkan data Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat, sebanyak 272 unit bangunan mengalami kerusakan dengan taksiran kerugian mencapai Rp98,7 miliar.