Jakarta -
Kasus keracunan makanan terjadi di Brasil setelah sejumlah orang mengonsumsi pizza dengan topping daging sapi kering (sun-dried beef). Insiden ini menyebabkan satu orang meninggal dan puluhan lainnya mengalami gangguan kesehatan.
Melansir dari (18/3), sebanyak 117 orang dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi pizza tersebut. Dari jumlah itu, satu wanita dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian ini.
Kasus ini bermula dari konsumsi pizza yang menggunakan daging sapi kering sebagai salah satu bahan utamanya. Nama hidangannya, pizza carne de sol.
Dikutip dari berbagai sumber, carne de sol adalah hidangan tradisional Brasil Timur Laut berupa daging sapi yang diawetkan dengan garam dalam jumlah sedang dan dikeringkan sebentar selama 1-2 hari.
Daging ini memiliki tekstur lembut, gurih, dan lebih lembap dibandingkan daging kering lainnya (charque atau carne seca).
Setelah mengonsumsi pizza tersebut, banyak orang dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan. Gejala yang dialami cukup serius sehingga sebagian korban membutuhkan penanganan medis. Otoritas setempat kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden ini.
Dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya kontaminasi pada makanan yang dikonsumsi. Hal ini menjadi perhatian karena jumlah korban yang cukup banyak dalam satu kejadian.
Sejumlah korban dilaporkan mengalami kondisi yang serius, sehingga harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan makanan, terutama pada produk daging yang diawetkan seperti daging sapi kering.
Produk daging kering memang umum digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk pizza. Namun, jika tidak diolah atau disimpan dengan baik, produk tersebut berpotensi menjadi sumber kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan.
Oleh karena itu, proses pengolahan dan penyimpanan makanan menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan sumber kontaminasi dan penyebab pasti dari keracunan massal tersebut.
Pemeriksaan terhadap bahan makanan, proses pengolahan, serta distribusi produk menjadi bagian dari investigasi yang sedang berjalan.
Salah satu korban, Rayssa Maritein Bezerra e Silva (44) dan pacarnya, sempat alami diare, muntah, dan nyeri perut. Namun kemudian Rayssa meninggal di ruang perawatan intensif.
Sementara itu, pemilik restoran bernama Restaurante La Favoritta di Pombal, Brasil itu, meminta maaf karena tidak segera memberi penjelasan.
"Semuanya normal pada hari Minggu dan, tiba-tiba, selama shift malam, semuanya mulai berantakan," ujar Marcos Antonio Gomes Neto.