Jakarta -

Seorang pelanggan mengalami kejadian kurang menyenangkan ketika mampir ke sebuah kafe. Ia merasa diperlakukan berbeda oleh pelayan kafe hanya karena tidak punya paras cantik.


Belakangan ini sedang ramai istilah 'beauty privilege' yang diartikan sebagai hak istimewa atau keuntungan sosial didapat oleh seseorang karena penampilan fisik menawan atau seusai standar kecantikan masyarakat.


Fenomena ini pun sering terjadi di sebuah restoran atau kafe. Namun hal tersebut bisa menguntungkan atau justru merugikan pelanggan.




Mereka yang punya wajah cantik sesuai standar mungkin akan dilayani dengan baik oleh pelayan kafe. Tetapi bagaimana yang wajahnya dianggap biasa saja? Mereka bisa jadi mengalami kerugian seperti yang dialami wanita Malaysia ini.





Dilansir dari mstar.com (17/3), seorang wanita Malaysia yang tidak disebutkan namanya mengaku sempat menerima pelayanan berbeda dengan temannya yang punya wajah cantik ketika mampir ke sebuah kafe.


Menurut wanita tersebut, pelayan di kafe yang tidak disebutkan namanya itu bersikap acuh tak acuh kepadanya. Sedangkan sikap pelayan berubah ketika menanggapi temannya yang cantik.



wanita nongkrong di kafe(Gambar hanya ilustrasi) Wanita ini merasa pelayan bersikap acuh tak acuh dengannya dan lebih peduli ke temannya yang cantik. Foto: Getty Images/staticnak1983

"Beauty privilege itu nyata. Hari itu saya pergi ke sebuah kafe dengan teman saya. Dia memang cantik, kurus, dan pandai bergaya," ujarnya.


Ketika sampai di kafe, pelanggan ini bercerita ada salah satu pegawai pria yang memandangnya sinis dari atas sampai bawah. Sedangkan jika memandang temannya, pelayan tersebut tersenyum dan sangat ramah.




Tidak berhenti di situ, ia juga mengaku pelayan kafe menjawab pertanyannya dengan kasar. Berbeda ketika ke temannya yang cantik, pelayan bisa bersikap sopan. Padahal wanita itu hanya bertanya terkait bagaimana cara memesan makanannya.


"Aku tanya gimana cara pesannya? Dia bilang pesan dekat meja dengan nada suara kasar dan tidak ada mood. Aku suruh teman aku yang tanya. Aku lihat staf laki-laki itu bicara baik-baik saja dan senyum lagi. Sumpah insecure," jelas wanita itu.


Tujuannya mengunggah cerita ini supaya orang lain tahu dan bisa mengambil pelajaran di mana setiap orang sama.



pelayan kafe(Gambar hanya ilustrasi) pelayan kafe dianggap hanya melayani pelanggan yang punya paras cantik. Foto: Getty Images/iStockphoto/jacoblund

"Kalau orang melayani kita dengan baik, kita juga akan melayani orang dengan baik," lanjutnya.


Unggahannya ramai dibanjiri komentar netizen. Tidak sedikit netizen menasehati wanita itu supaya terus percaya diri dan tidak perlu perduli dengan sikap kasar segelintir pihak.


"Perangai staf macam itu tidak sadar diri. Tidak layak jadi pekerja kalau dengan pelanggan pun memilih. Kafe mana ini? Biar saya datang ludahi muka dia," ujar seorang netizen.


"Berharap lelaki (pelayan) itu terkena hal yang sama. Nanti barulah dia belajar cara beradab dengan orang tanpa menilai fisik," ujar netizen lain.









Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.