Jakarta (ANTARA) - Warga memilih berwisata ke kawasan Blok M, Jakarta Selatan untuk memanfaatkan momen libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 dengan menggunakan layanan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.
Salah satu penumpang, Chika (29) mengaku sengaja mengajak keluarganya berlibur ke Blok M karena aksesnya yang mudah menggunakan MRT, serta tarif khusus Rp1 ke semua relasi pada Hari Raya Idul Fitri, Sabtu (21/3) dan hari kedua Lebaran, Minggu (22/3).
"Lebaran hari kedua ini kami tidak mudik, jadi pilih jalan-jalan di Jakarta saja. Naik MRT karena lebih cepat dan nyaman, apalagi bawa anak-anak," kata Chika saat ditemui di Stasiun MRT Blok M, Jakarta, Minggu.
Hal serupa disampaikan oleh Rafi (25), yang datang bersama teman-temannya untuk berwisata kuliner.
"Kita mau cari makanan di Blok M, lagi banyak yang viral juga. Naik MRT biar tidak kena macet, lebih praktis," kata Rafi.
Menurutnya, transportasi publik lebih hemat biaya dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi, apalagi jalan raya cenderung lebih ramai saat libur Lebaran.
"Ramai begini momen Lebaran, malas sekali kalau harus bawa motor atau mobil. Lebih baik naik MRT atau umum lainnya, harganya lagi murah, gratis, cepat, praktis," ujar Rafi.
Sementara itu, warga Depok Nanda (28) mengatakan dirinya memilih MRT karena terintegrasi dengan moda transportasi lain.
"Saya dari luar Jakarta, lanjut naik MRT karena langsung sampai Blok M. Enak, tidak perlu repot pindah-pindah kendaraan," kata Nanda.
Pantauan di sejumlah stasiun MRT menuju Blok M terlihat peningkatan jumlah penumpang terjadi sejak Minggu siang hingga malam.
Warga memadati peron dan kereta dengan didominasi keluarga serta anak muda yang ingin menikmati libur Lebaran tanpa harus keluar kota.
Di area dalam stasiun, antrean terlihat mengular di gate tap out. Penumpang tampak tertib mengantre, meski sesekali terjadi perlambatan akibat tingginya volume pengguna jasa.
Petugas MRT berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus dan memberikan imbauan kepada penumpang agar tetap berhati-hati.
Tangga menuju pintu keluar dan eskalator juga dipenuhi warga. Banyak di antaranya merupakan keluarga yang membawa anak-anak, bahkan lansia, yang terlihat memanfaatkan fasilitas lift.

Suasana ramai namun tetap terkendali karena pengunjung saling menjaga jarak saat bergerak keluar stasiun.
Keramaian lebih terasa di luar stasiun hingga trotoar sekitar kawasan Blok M yang dipadati oleh pejalan kaki.
Sejumlah warga langsung menuju pusat kuliner, kedai kopi, hingga area ruang terbuka yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.
Tak sedikit pula warga yang berhenti sejenak di sekitar pintu keluar untuk berfoto, sambil menentukan tujuan selanjutnya. Beberapa di antaranya tampak mengenakan pakaian identik Lebaran yang menambah nuansa khas hari raya di tengah keramaian kota.
Kawasan Blok M dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas warga, terutama saat libur panjang. Beragam pilihan kuliner, pusat perbelanjaan, hingga ruang publik menjadi alasan kawasan itu dipadati pengunjung.
Adapun tarif spesial Rp 1 untuk transportasi umum seperti MRT, LRT Jabodebek, dan Transjakarta masih berlaku hingga hari kedua Lebaran 2026, Minggu (22/3).
Kebijakan tarif khusus ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek sebagai pilihan mobilitas di kawasan perkotaan, terutama pada periode libur Lebaran yang identik dengan tingginya aktivitas perjalanan.