Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H Lebaran, total penumpang mencapai 2.596.597 orang atau naik 5,4 persen dibandingkan tahun lalu

Jakarta (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan angkutan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah terkendali berkat kesiapan operasional dan koordinasi lintas pemangku kepentingan pada 15 lintasan nasional yang dipantau, dengan jumlah penumpang mencapai 2.596.597 orang.


"Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H Lebaran, total penumpang mencapai 2.596.597 orang atau naik 5,4 persen dibandingkan tahun lalu (2025) sebanyak 2.463.910 orang," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Minggu.


Sementara itu, total kendaraan yang diangkut tercatat mencapai 667.526 unit atau meningkat 7,2 persen dibandingkan 622.604 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Heru menyebutkan pada periode harian (H) tanggal 21 Maret 2026, total penumpang tercatat 156.838 orang atau naik 1,7 persen dari 154.237 orang tahun lalu.








Sementara kendaraan mencapai 40.066 unit atau meningkat 0,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya 39.811 unit.


Dia menyampaikan layanan penyeberangan selama arus mudik berjalan lancar dan tetap terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat.


“Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.


Lintasan Jawa–Sumatra–Bali tetap menjadi koridor tersibuk dan vital nasional. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.






Dalam rangka distribusi arus balik, ASDP juga mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX mulai 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.


Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis untuk mempercepat bongkar muat dan menjaga rotasi kapal.


Selain itu, optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk memperkuat kendali operasional berbasis real time.


Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan kesiapan arus balik terus diperkuat. Hingga H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66 persen.


“Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu,” jelasnya.


ASDP mengimbau masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia luas. Sejak 12 Maret 2026, program itu telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100 persen tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9 persen dari total tarif.






Dia menyebutkan hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84 persen dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36 persen. Perbedaan persentase dipengaruhi variasi jenis kendaraan dan lintasan.


Program itu berlaku di tujuh lintasan dan 14 pelabuhan, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.


Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik.


Dengan tingginya antusias masyarakat, ASDP menegaskan komitmen menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman dan nyaman, khususnya pada periode arus balik Lebaran 2026.