Sampang (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya turun tangan menyelidiki terkait adanya menu makanan untuk balita, ibu hamil, dan menyusui yang dibungkus tas kresek dan viral di berbagai platform media sosial.
Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanto di Sampang, Jumat mengatakan, langkah itu dilakukan, karena selain meresahkan dan menjadi bahan ejekan masyarakat, juga karena melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
"Hari ini tim Satgas MBG Sampang turun langsung ke lapangan, menemui warga penerima manfaat di Desa Robatal untuk melakukan konfirmasi secara langsung," katanya.
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, pendistribusian menu MBG kepada penerima manfaat harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
Di antaranya, penyajian menu harus menggunakan ompreng. Tujuannya, untuk memastikan gizi seimbang, kandungan karbohidrat, protein dan serat terjaga, termasuk suhu makanan.
"Bisa saja makanan itu dipindah, tapi, harus ke tempat makan penerima manfaat," katanya.
Menurut Sudarmanto, selain melakukan konfirmasi langsung kepada penerima manfaat, Satgas MBG Sampang bersama BGN juga melakukan klarifikasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun ia belum bersedia menjelaskan secara detail hasil konfirmasi kepada kedua belah pihak tersebut, termasuk keputusan kedua tim dari hasil pertemuan tersebut.
"Nanti akan kami sampaikan, karena temuan adanya menu MBG yang diwadahi tas kresek tersebut masih dalam pembahasan lebih lanjut," katanya.
Sebelumnya, video pendistribusian menu program MBG untuk kelompok balita, ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Sampang itu, mendadak sejumlah platform media sosial, karena paket menu yang terdistribusi kepada penerima manfaat tersebut tidak disajikan dalam wadah ompreng.
Menu MBG yang terdiri dari nasi, ayam kentaki, wortel dan kentang dengan irisan menyerupai dadu, tahu goreng, dan buah salak disajikan dalam keranjang, nampan plastik, dan tas kresek.
Selain menu MBG yang berwadah plastik kresek yang juga viral di sejumlah platform media sosial, menu MBG berbungkus kertas di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, Sampang.