Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Zeth Boroh, Sp.KO, ALK menyampaikan tanda-tanda nyeri otot yang tidak wajar setelah berolahraga, yang kemungkinan berkaitan dengan cedera.


"Nyeri otot itu kan banyak. Nyeri otot yang tidak wajar yang kita asosiasikan dengan injury (cedera)," kata lulusan Universitas Indonesia itu dalam acara temu media di Jakarta, Kamis.


Ia mengatakan bahwa nyeri otot di antaranya bisa berupa kram ataupun Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS).


Kram terjadi akibat kontraksi otot mendadak, yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Sementara nyeri otot yang disebut DOMS biasanya mulai terasa pada 12 sampai 24 jam pertama setelah latihan olahraga.


Menurut dr. Zeth, nyeri otot masih tergolong wajar kalau berlangsung selama satu sampai dua hari. Nyeri otot yang berlangsung terus menerus selama lebih dari tiga hari dinilai tidak wajar.






"Kalau nyerinya cuma 1-2 hari, itu kram atau DOMS, yang itu hilang setelah tiga hari. Tapi, kalau tidak wajar itu, kalau terus-menerus, nah itu berarti suatu injury," ia menjelaskan.



Dokter Zeth menyampaikan bahwa rasa nyeri merupakan gejala paling umum cedera ringan.


"Itu yang kadang tidak dikenali oleh sport enthusiast. Mereka pikir 'no pain, no gain'. Padahal jangan sampai nyeri, itu adalah suatu awal dari cedera," katanya.


Oleh karena itu, ia melanjutkan, kalau merasakan nyeri otot saat berolahraga sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melanjutkan latihan.






"Kalau ada nyeri, itu menandakan cedera, walaupun itu ringan, istirahat," katanya.


Mereka yang mengalami nyeri otot pada saat atau setelah olahraga, menurut dia, sebaiknya menangani masalah itu dengan mengompres bagian tubuh yang nyeri atau menggunakan obat pereda nyeri.


"Bisa dikompresi dengan kinesio taping. Bisa juga dengan metode yang lain atau dengan pemberian obat baik obat painkiller secara oral maupun dengan topikal yang bisa kita dapatkan secara gampang sekarang," ia menjelaskan.