Jakarta -

Ikan sapu-sapu jadi kontroversi karena dapat mengancam keseimbangan ekosistem. Namun ternyata ada penjual makanan nakal yang nekat memanfaatkan ikan sapu-sapu untuk jadi bahan adonan.


Belakangan kabar penangkapan ikan sapu-sapu besar-besaran di berbagai daerah mencuri perhatian. Populasinya yang semakin banyak menimbulkan kekhawatiran,


Awalnya ikan tersebut banyak dianggap sebagai hewan pembersih kolam. Namun karena sifatnya yang invasif, akhirnya ikan sapu-sapu dibasmi karena dapat mengancam keseimbangan ekosistem.




Setelah ditangkap, kabarnya ikan sapu-sapu dimusnahkan dengan cara dibelah dua dan dikuburdi lokasi yang telah ditetapkan. Sudah puluhan ribu ekor ikan sapu-sapu ditangkap dalam operasi di Jakarta.


Ikan ini tidak jamak dikonsumsi karena bisa menimbulkan risiko kesehatan, mengingat ikan sapu-sapu sangat mungkin berasal dari aliran sungai atau kali yang tercemar.



Dalam jangka panjang, mengonsumsi ikan sapu-sapu yang terpapar logam berat dapat berisiko merusak sistem saraf dan otak.Mengonsumsi ikan ini juga bisa merusak organ hingga penyakit kronis


Sayangnya, masih kerap ditemukan penjual makanan nakal yang memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai bahan adonan bakso dan siomay. Jenis ikan ini dipilih karena lebih murah.


Salah satu kisahnya pernah dibeberkan dalam acara Secret Story yang tayang di Trans7 (21/5/2024). Ivan, nama samaran penjual bakso ikan sapu-sapu, mengakui praktik ini. Ia mengatakan ada saja penjual bakso ikan dan somay yang memakai ikan sapu-sapu.


Ivan bahkan menyuruh seseorang khusus untuk menangkap ikan sapu-sapu di kali. Modalnya Rp 20 ribu, sudah bisa dapat 30 ikan sapu-sapu per hari.


"Kita mah tinggal ngasih duit aja. Ya paling mahal juga Rp 20 ribu, ntar dikasih ikannya juga udah dikupasin gitu. Tinggal dagingnya aja," kata Ivan.




Meski ukuran ikan sapu-sapu cukup besar, tapi ternyata dagingnya terbilang sedikit. Daging ikan sapu-sapu juga sangat alot dan sulit dilepaskan dari kulitnya, meski sudah pakai pisau tajam.


Setelah kulit dibersihkan, barulah ikan sapu-sapu dibawa ke dapur untuk diolah. Ivan menjadikannya adonan bakso ikan. Ia menggunakan pengalamannya dari jualan cilok beberapa tahun lalu.


"Kadang teman juga kasih tahu bahan-bahannya, kayak terigu, nanti beli ikan, ada sari-sari ikan gitu kalau bakso ikan," tulisnya.


Ia kemudian merebus ikan sapu-sapu agar tidak amis dan aroma lumpurnya berkurang. Proses merebus juga memungkinkan tekstur ikan lebih lembut saat dihaluskan di chopper.


Ikan sapu-sapu tidak dihaluskan sampai hancur. Ivan sengaja membuatnya agak kasar agar pembeli yakin dengan merasakan tekstur ikan pada baksonya.


Setelah itu ikan sapu-sapu dicampurkan ke wadah bersama tepung terigu dan tepung sagu. Bumbunya garam, gula, penyedap, dan bawang putih halus. Baru dilarutkan bersama air panas sampai adonannya merata.


Ia menggunakan 1/2 kilogram (kg) tepung terigu dan tepung sagu. Total bisa menghasilkan 150 buah bakso ikan.


Setelah itu barulah adonan bakso dibentuk satu per satu dan direbus sampai matang. "Kalau bakso ikannya sudah ngapung ke atas, sudah matang itu," jelas Ivan.


Ia mengakui penggunaan ikan sapu-sapu menguntungkan karena menekan biaya produksi. Dalam sehari ia tidak sampai mengeluarkan Rp 100 ribu untuk menjual bakso ikan.


Kalau terjual habis, Ivan bisa mengantongi untung Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu rupiah.


Saat berjualan, Ivan mengaku kerap ditanya apakah menggunakan ikan asli karena warna bakso ikannya agak keabuan. Ia menjawab dengan berdalih kalau bakso ikan yang putih itu justru pakai pemutih.





Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.