...Saya berikan waktu satu bulan untuk tim Kemensos bekerja sama UIN Datokarama melakukan asesmen kebutuhan para mitra deradikalisasi

Palu (ANTARA) - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) bekerja sama dengan UIN Datokarama segera melakukan asesmen lapangan terkait kebutuhan mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah.


“Saya berikan waktu satu bulan untuk tim Kemensos bekerja sama UIN Datokarama melakukan asesmen lapangan kebutuhan para mitra deradikalisasi,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kunjungannya di Palu, Selasa.


Kementerian Sosial, kata dia, memiliki tiga tugas utamanya, yakni perlindungan sosial yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat termasuk mitra deradikalisasi.


Kemudian, rehabilitasi sosial, di antaranya mengenai pemulihan kondisi masyarakat termasuk mitra deradikalisasi, serta pemberdayaan sosial yang mencakup tentang pembinaan dan peningkatan kompetensi, serta fasilitasi pengembangan potensi sumber kesejahteraan sosial.


Dalam kunjungannya, Mensos hadir dan berdialog langsung dengan 80 mitra deradikalisasi yang berasal dari Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kota Palu.







Ia menyerap aspirasi dan tantangan yang dihadapi para mitra deradikalisasi setelah bertekad kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Para mitra deradikalisasi yang mencoba membangun kegiatan usaha di sektor IKM, UMKM, pertanian, perkebunan, peternakan, dan perdagangan berhadapan dengan tantangan akses permodalan, pemasaran, dan pengembangan usaha, sehingga mereka berharap Kemensos dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.


Dalam kesempatan itu, Kemensos juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial, yakni 67 paket sembako dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang.


Selain itu, bantuan dari Sentra Nipotowe di Palu diberikan kepada 70 penerima masing-masing Rp804.000 dengan total Rp56.280.000.






Kemensos juga menyalurkan bantuan kewirausahaan sosial kepada 25 orang masing-masing Rp5.000.000 dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana serta kepada 16 orang masing-masing Rp5.000.000 dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang.



Sementara itu, sebanyak kurang lebih 43 orang lainnya masih dalam proses asesmen, dan apabila memenuhi syarat akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan kewirausahaan melalui dana hibah.


Selain itu, bantuan dua unit laptop dengan total nilai Rp25.000.000 diserahkan kepada LKS Lingkar Perdana (Persaudaraan Nusantara) Poso pimpinan Imron dan LKS Sahabat Pelita Umat Palu pimpinan Akbar.


Rektor UIN Datokarama Lukman Thahir yang juga sebagai pembina mitra deradikalisasi mengemukakan bahwa sebagian kecil mitra telah memiliki usaha, namun menghadapi tantangan dalam pengembangannya.


“Dari 80 mitra deradikalisasi sebagian ada yang telah memiliki usaha sekitar tiga sampai lima orang, namun mereka berhadapan dengan tantangan administrasi, akses permodalan, pemasaran, dan sebagainya,” ujarnya.






Oleh karena itu, ia mendukung dilakukannya asesmen lapangan kebutuhan para mitra deradikalisasi agar intervensi yang dilakukan berbasis kebutuhan dan tepat sasaran.