Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Arya Sandhiyudha memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam menjunjung tinggi transparansi untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik.


Arya menilai Baznas telah menunjukkan langkah maju yang signifikan dengan tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban administratif, melainkan membangun ekosistem informasi yang berbasis pada penelitian dan data yang kuat bagi kemaslahatan umat.


"Saya melihat Baznas dengan menggelar acara ini itu menunjukkan bahwa Baznas itu memang punya pendekatan terhadap keterbukaan informasi publik. Jadi, jarang nih ada badan publik yang merayakan keterbukaan informasi publik dengan cara melakukan uji penelitian, apalagi dibikin penelitiannya," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.


Arya menyoroti pentingnya melihat hubungan kausalitas antara performa lembaga zakat dan masyarakat informasi melalui pendekatan emik untuk memahami keragaman sudut pandang umat yang sangat tinggi.


Ia menilai respons masyarakat terhadap zakat tidak hanya didasarkan pada pendekatan etik lembaga, tetapi juga dipengaruhi oleh perbedaan pemahaman serta titik pandang yang beragam dalam menerima informasi.







Arya juga menyebut keberhasilan sebuah lembaga pengelola zakat tidak hanya diukur dari nilai etik internalnya saja, tetapi juga bagaimana lembaga tersebut mampu merespons kebutuhan masyarakat informasi yang kian kritis.


Menurut dia, transparansi audit dan tata kelola yang baik atau Good Amil Governance menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan muzaki, terutama di era digital


"Persoalan mendasarnya adalah masyarakat kita menganggap penting tidak audit itu? Jadi, akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi itu kan prinsip-prinsip yang sebenarnya populernya dari rumpun dunia Barat yang seakan-akan umat itu tidak merasa perlu dengan tema-tema itu. Saya punya kesimpulan sebenarnya umat itu justru harus melampaui religiositas dia," kata Arya Sandhiyudha.


Sementara, Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah Baznas RI Farid Septian menyebutkan pihaknya berupaya melakukan kontekstualisasi dan reinterpretasi terhadap pengelolaan zakat agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.






"Dengan tata kelola yang lebih baik, kepercayaan muzaki diharapkan terus meningkat sehingga manfaat yang diterima oleh para mustahik pun menjadi lebih optimal," ucap Farid Septian.