Jakarta -
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), Jumat (8/5/2026). Program ini hadir untuk persiapan ditetapkannya bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun pelajaran 2027/2028.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menjelaskan berdasarkan hasil pemeringkatan 2024, tingkat kecakapan bahasa Inggris masyarakat RI masih tergolong rendah. Hal ini juga mencakup profesi guru SD.
Nunuk membeberkan dari total sekitar 150 ribu SD di Indonesia, lebih dari 60% atau sekitar 90 ribu sekolah belum memiliki guru dengan latar belakang bahasa Inggris. Sisanya, sekitar 60 ribu dinyatakan sudah memiliki guru dengan kualifikasi tersebut.
"Namun, yang perlu diketahui, 60 ribunya itu pun belum semuanya guru kelas dan belum tentu guru kelas 3 ya," katanya dalam Peluncuran Program PKGSD-MBI yang disiarkan secara daring dari laman YouTube Kemendikdasmen, Jumat (8/5/2026).
Guru Peserta Pelatihan Akan Mengajar di Kelas 3 SD
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Kemendikdasmen menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Pelajaran bahasa Inggris akan mulai diberikan dari kelas 3 SD hingga akhir untuk tahun pertama.
"Karena itu, kesiapan guru menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan implementasi kebijakan tersebut," tutur Nunuk.
Pelatihan PKGSD-MBI dirancang secara bertahap, praktis, dan aplikatif dengan pendekatan pembelajaran yang mudah. Dengan begitu, guru mudah memahami materinya dan langsung bisa diterapkan di kelas.
Sebanyak 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 kabupaten/kota yang akan mengikuti pelatihan ini akan belajar dari awal agar bisa mengajar bahasa Inggris. Setelah mendapatkan pelatihan, para guru tersebut akan diminta untuk mengajar di kelas 3 SD.
"Jadi memang karena nanti diterapkan awal di kelas 3SD, harapannya untuk piloting ini, Bapak-Ibu nanti akan kami petakan dengan Dinas Pendidikan untuk mengajar di kelas 3," ungkap Nunuk.
Pada tahap pertama (tahun ajaran 2027/2028), akan ada 58.896 sekolah yang mulai menerapkan bahasa Inggris sebagai mapel wajib di kelas 3 SD. Jumlah ini merupakan 30% dari 150 SD yang ada di Indonesia.
"Sebenarnya itu harapan kami, 30% dari 150 ribu sekolah itu sudah menerapkan dulu di tahun ajaran (2027/2028) nanti," tandasnya.