Jakarta (ANTARA) - Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Budi Wibowo mengemukakan ikan sapu-sapu mengandung protein sekitar 19 gram per 100 gram, sekaligus logam berat yakni timbal yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.


Hal ini merujuk pada hasil pemeriksaan yang dilakukan Labkesda DKI atas sampel ikan sapu-sapu di beberapa titik Sungai Ciliwung beberapa waktu lalu.


"Setiap titik yang kita ambil ikannya, (semuanya) mengandung timbal dengan kadar yang berbeda-beda. Mungkin tingkat cemarannya juga berbeda-beda," kata dia dalam siniar terkait ikan sapu-sapu dari perspektif laboratorium kesehatan yang dipantau di Jakarta, Jumat.


Timbal merupakan logam berat beracun yang dapat merusak sistem saraf, ginjal, serta sistem kardiovaskular. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengemukakan, paparan timbal dikaitkan dengan lebih dari 1,5 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2021, terutama karena masalah kardiovaskular.


"Logam berat ini butuh waktu yang lama untuk menyebabkan kerusakan dan lain sebagainya. Istilahnya korosif, merusak organ-organ tubuh kita. Tidak setahun, dua tahun, mungkin lima tahun, sepuluh tahun. Baru terasa efek dari timbal," jelas Budi.






Selain timbal, sambung dia, rupanya ikan sapu-sapu juga mengandung karbohidrat sebesar 9 gram dari 100 gram atau 9 persen.


Namun, mempertimbangkan dampak buruk ikan sapu-sapu bagi kesehatan tubuh, Budi menyarankan masyarakat mencari sumber gizi lainnya.

"Banyak sumber protein lain yang harganya terjangkau. Protein itu enggak mesti harus mahal, telur proteinnya tinggi. Kemudian ikan emas juga tinggi. Timbal juga ada proteinnya, jadi tidak harus ikan sapu-sapu," kata dia.

Budi menambahkan, pada prinsipnya, ikan sapu-sapu tidak mengandung racun alami seperti ikan butal yang mengandung toksik. Saat ikan sapu-sapu tinggal di habitat yang baik, kemungkinan besar tidak akan ada cemaran di dalam tubuhnya.


"Misalkan di Amerika sana, di sungai Amazon, yang itu cemarannya tidak ada. Atau mungkin di Jepang. Jepang itu proses pengendalian IPAL-nya bagus sekali. Memelihara ikan sapu-sapu di sana, kemungkinan besar tidak akan ada cemaran logam beratnya, cemaran bakteri," kata dia.


Tetapi, apabila ikan hidup di lingkungan dengan banyak cemaran maka ikan tersebut akan ikut tercemar.