Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum (Ketum) Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) DKI Jakarta 2026–2030 M. David Franico mengatakan fokus utama kepengurusannya adalah mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.


Di PON edisi ke–22 ini, Perbasasi DKI Jakarta menargetkan mempertahankan tradisi prestasi sekaligus meningkatkan daya saing atlet di tingkat nasional.


“DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk terus menjadi salah satu kekuatan utama bisbol dan sofbol nasional, sehingga diperlukan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis prestasi,” kata David dalam keterangan resminya, Minggu.


David yang terpilih menjadi Ketum Perbasasi DKI Jakarta 2026–2030 pada Musyawarah Provinsi (Musprov) di Jakarta, Sabtu, mengatakan persiapan menuju PON 2028 disebut akan dilakukan lebih awal melalui program pemantauan atlet, peningkatan intensitas kompetisi, serta pembentukan sistem pembinaan jangka panjang.


Kompetisi internal antarklub dan pembinaan kelompok umur juga akan diperkuat sebagai fondasi regenerasi atlet yang berkesinambungan.






“Selain peningkatan kualitas atlet, perhatian juga akan diberikan pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan agar mampu mengikuti perkembangan olahraga internasional,” tambah dia.


Selain fokus pada bisbol dan sofbol prestasi, Musprov ini juga memberi perhatian besar terhadap pengembangan olahraga slowpitch. Cabang yang terus berkembang di berbagai negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga berbasis komunitas.


Perbasasi DKI Jakarta melihat slowpitch bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sarana membangun budaya hidup sehat, mempererat komunitas, dan membuka ruang pembinaan atlet baru.


Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap slowpitch terus meningkat, termasuk dari kalangan profesional muda, komunitas olahraga, hingga keluarga.


Karena itu, kepengurusan baru berkomitmen memperluas penyelenggaraan turnamen, festival olahraga komunitas, serta program pengenalan bisbol dan sofbol kepada masyarakat luas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi olahraga sekaligus memperbesar basis talenta atlet di masa depan.






Lebih lanjut, Musprov ini juga menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat tata kelola yang profesional dan modern.


Pengurus baru diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang inovatif, transparan, dan mampu menjawab tantangan pembinaan olahraga di era saat ini.


Baca juga: JHR 2026 jadi momentum perkembangan slowpitch sofbol di Indonesia