Jakarta (ANTARA) - Sebanyak dua atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, yakni Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabillah, berhasil menembus putaran final World Climbing Series Wujiang 2026, di China, pada Minggu.
Pada babak kualifikasi untuk nomor speed individual putri yang diikuti total 37 atlet dari mancanegara itu, kedua atlet Tanah Air tersebut berhasil menembus 16 besar guna melaju ke babak berikutnya.
Sementara dua atlet lainnya, yaitu Kadek Adi Asih dan Berthdigna Devi Surya Kusuma belum berhasil melanjutkan perjuangannya.
Dalam kualifikasi, Desak dan Rajiah masing-masing menempati peringkat kelima dan ke-12.
Desak yang berasal dari Bali, memiliki catatan waktu terbaik dari dua kali kesempatan, yakni 6,37 detik. Saat di jalur A, di sempat fall sehingga tidak menorehkan catatan waktu.
Sementara Rajiah yang berasal dari Banten, berhasil menorehkan waktu 6,48 detik.
Dua atlet lainnya yaitu Kadek dan Berthdigna harus puas dengan menempati posisi ke-17 dan ke-30. Keduanya masing-masing mencatatkan waktu 6,68 detik dan 7,16 detik.
Setelah babak kualifikasi, kedua atlet andalan itu kembali berlomba dalam putaran final, pada Minggu, pukul 20.00 waktu setempat.
Mereka akan berlomba dengan sejumlah pemanjat elite dari negara lain, di antaranya Aleksandra Kalucka asal Polandia, Yafei Zhou (China), dan Jimin Jeong (Korea Selatan).
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim sebanyak 13 atlet untuk mengikuti World Climbing Series Wujiang, yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC), di China, pada 8-10 Mei.
Indonesia menurunkan lima atlet putra dan empat putri untuk berlaga di nomor speed individual. Sedangkan nomor lead mengandalkan masing-masing dua atlet putra maupun putri.
Sembilan atlet yang berlaga di nomor speed yakni Veddrriq Leonardo, Kiromal Katibin, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Raharjati Nursamsa untuk sektor putra. Sedangkan putri diwakili oleh Desak Made Rita, Kadek Adi Asih, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi.