Jakarta -

Viral 200-an siswa di Surabaya dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit karena keracunan makanan bergizi gratis. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengaku baru memberikan menu baru yakni daging slice yang diolah menjadi krengsengan.


Insiden ini lantas ramai mendapat beragam sorotan warganet.


"Pernah masak krengsengan daging slice, kepala langsung pusing dan mual-mual," beber salah satu netizen,




"Bisa jadi pakai daging slice yang murah dan lemaknya banyak banget, dagingnya keras," timpal yang lain.


Adapula yang beranggapan permasalahan keracunan menu daging MBG ada pada distribusi, sehingga saat sampai ke penerima manfaat sudah tidak layak alias basi dan rentan tumbuh bakteri.





Keluhan yang dialami 200-an siswa adalah pusing hinga mual. Dikutip dari detikJatim, sebagian besar dievakuasi ke RS Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak, Surabaya.


Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani mengungkap ada beberapa sekolah yang terdampak dari menu yang sama.


"Hampir semuanya mengeluh. Jadi total itu bisa ada sekolah itu sekitar 12 sekolah lah, yang di dapur yang sama," kata drg Tyas kepada waratwan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya, Selasa (12/5/2026).


"Sejauh ini yang kita dapatkan datanya itu hampir 200 siswa, tapi yang. Hampir semua sudah kami tangani. Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random.Gejalanya mual muntah kebanyakan sih. Pusing, mual, muntah setelah makan makanan dari MBG," tambah dia.





SPPG Buka Suara


Pihak SPPG Kota Surabaya Bubutan Tembok Dukuh memohon maaf dan berjanji akan bertanggung jawab atas dampak keracunan.


"Dari kami saya Chafi sebagai kepala SPPG dari Tembok Dukuh Bubutan mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terdampak. Kepada siswa dan juga guru yang kena keracunan karena makanan kita," kata Kepala SPPG Bubutan Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla.


"Untuk tindak lanjut dari SPPG kita bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang terdampak seperti itu. Untuk pembiayaan segalanya kita tanggung sama-sama," ujarnya.




Ia juga menyebut SPPG akan melakukan evaluasi lebih lanjut dari pemicu keracunan. Termasuk pemeriksaan sampel makanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK).


"Kalau yang memang daging ini baru pertama kali mengingat anak-anak ini yang request juga anak-anak, kita juga berusaha inovasi dan akhirnya kita mencoba untuk daging, daging slice dibentuk krengsengan," jelasnya.


SPPG tersebut saat ini disetop sementara sampai proses penyelidikan selesai dilakukan.













Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.