Jakarta (ANTARA) - Petinju Rico Verhoeven berlatih di tingkat elit demi menumbangkan juara dunia kelas berat (di atas 90,7 kg) WBC, WBA, dan IBF Oleksandr Usyk di Piramida Giza, Mesir, 23 Mei mendatang.
"Ini, tanpa ragu, adalah tantangan terbesar dalam kehidupan profesional saya," kata Rico Verhoeven dalam laman resmi World Boxing Council (WBC) yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Pertarungan Verhoeven dan Usyk diprediksi menyita perhatian besar penyuka olahraga tarung, mengingat nama pertama memiliki reputasi sebagai legenda kickboxing dunia sebelum merambah ke ring tinju profesional.
Verhoeven tentu berambisi membuktikan bahwa transisinya ke tinju bukan sekadar percobaan, melainkan komitmen total terhadap keunggulan olahraga.
Di bawah bimbingan ketat Peter Fury, petarung asal Belanda tersebut menjalani persiapan fisik dan teknis secara intensif untuk menghadapi salah satu petinju terbaik dunia saat ini.
Ketelitian latihannya terlihat jelas dalam penampilan terbarunya, termasuk sesi sparring melawan sejumlah petinju elite seperti Hughie Fury. Persiapan tersebut menunjukkan bahwa Verhoeven tidak ingin datang hanya sebagai penantang pelengkap, tetapi benar-benar siap bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
"Saya telah menerima komitmen ini dengan sangat serius. Setiap tetes keringat di gym memiliki tujuan untuk menghidupkan kembali sejarah WBC," katanya.
Verhoeven mengatakan dirinya sangat termotivasi oleh kesempatan untuk menambahkan namanya ke daftar legenda yang pernah memegang gelar juara dunia, khususnya sabuk WBC.
Petarung berjuluk "The King of Kickboxing" itu memang memiliki rekam jejak luar biasa di dunia kickboxing. Sepanjang karier profesionalnya, Verhoeven mencatat rekor lebih dari 60 kemenangan dengan dominasi panjang sebagai juara dunia kelas berat GLORY Kickboxing sejak 2014.
Ia dikenal memiliki kombinasi teknik, kekuatan, dan daya tahan yang membuatnya mampu bertahan di level elite selama lebih dari satu dekade.
Namun, tantangan yang dihadapi kali ini jauh berbeda karena Usyk merupakan salah satu petinju terbaik generasi modern.
Usyk masih mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam karier profesionalnya dengan lebih dari 20 kemenangan, termasuk sejumlah kemenangan besar atas nama-nama elite kelas berat dunia seperti Tyson Fury, Anthony Joshua, dan Daniel Dubois.
Selain kualitas teknik yang tinggi, Usyk memiliki pengalaman luar biasa sejak level amatir dengan torehan medali emas Olimpiade London 2012.
Pertarungan di kawasan Piramida Giza tersebut diperkirakan menjadi salah satu duel paling menarik tahun ini karena mempertemukan dua sosok elit dari disiplin olahraga tarung yang berbeda.