Jakarta (ANTARA) - Industri manufaktur Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks memasuki 2026. Di tengah target pertumbuhan sektor manufaktur sebesar 5,51 persen, perusahaan dituntut menjaga efisiensi produksi sekaligus memenuhi permintaan pasar yang bergerak semakin cepat.
Sektor manufaktur masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan kontribusi sekitar 19 persen. Namun dibalik besarnya peran tersebut, banyak perusahaan masih menghadapi persoalan klasik seperti target produksi yang meleset, perubahan jadwal produksi secara mendadak, hingga keterlambatan pengiriman barang ke pelanggan.
Senior ERP Consultant Total ERP, Jason Armando, mengatakan bahwa akar masalah tersebut seringkali bukan terletak pada kapasitas mesin atau tenaga kerja, melainkan pada sistem perencanaan produksi yang belum optimal.
“Banyak perusahaan menghabiskan investasi besar untuk menambah mesin atau merekrut operator, tetapi masih menyepelekan kualitas perencanaan produksi,” ujar Jason.
Menurut dia, pola kerja manual yang masih mengandalkan spreadsheet, koordinasi antar divisi melalui pesan singkat, serta data yang tidak diperbarui secara real-time membuat proses produksi berjalan tidak sinkron. Kondisi ini dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri modern yang menuntut kecepatan dan akurasi.
Dalam praktiknya, kesalahan dalam production planning dapat berdampak langsung pada biaya operasional dan tingkat kepuasan pelanggan. Produksi bisa berjalan tanpa kepastian ketersediaan bahan baku, sementara tim penjualan terlanjur memberikan komitmen pengiriman tanpa mengetahui kondisi aktual di lantai produksi.
Secara global, unplanned downtime diketahui dapat menggerus hingga 11 persen dari total pendapatan perusahaan setiap tahun. Selain itu, kesalahan dalam perencanaan juga memicu scrap dan rework yang menurunkan efisiensi produksi.
Sejumlah tantangan utama dalam perencanaan produksi masih sering terjadi, mulai dari demand planning yang tidak akurat, lemahnya koordinasi antar departemen, keterbatasan visibilitas kapasitas mesin, hingga perubahan jadwal produksi yang tidak terkomunikasikan dengan baik.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, banyak perusahaan mulai beralih menggunakan software manufaktur sebagai bagian dari transformasi digital industri. Salah satu penyedianya adalah Total ERP yang juga menghadirkan software manufaktur terbaik.
Melalui sistem manufaktur, perusahaan dapat mengelola seluruh proses produksi dalam satu platform yang saling terhubung, mulai dari perencanaan permintaan , penjadwalan produksi, hingga pengelolaan inventaris secara real-time.
Fitur demand planning dalam software manufaktur memungkinkan perusahaan menyusun rencana produksi berdasarkan data aktual dan tren permintaan pasar, bukan sekadar data historis. Sementara itu, fitur production scheduling membantu perusahaan mengatur jadwal produksi secara lebih presisi dengan mempertimbangkan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang tersedia.
Selain itu, sistem inventory management yang terintegrasi memungkinkan pemantauan stok bahan baku secara otomatis. Dengan visibilitas ini, perusahaan dapat mengantisipasi potensi kekurangan maupun kelebihan material sebelum berdampak pada proses produksi.
Total ERP menjadi salah satu penyedia software manufaktur yang menghadirkan sistem terintegrasi untuk kebutuhan industri di Indonesia. Implementasi sistem ini dinilai mampu membantu perusahaan meningkatkan akurasi perencanaan sekaligus menjaga efisiensi operasional.
Menurut Jason, manfaat utama dari penggunaan software manufaktur tidak hanya terletak pada otomatisasi proses, tetapi juga pada keselarasan data antar departemen.
“Ketika seluruh tim bekerja dari sumber data yang sama, keputusan bisa dibuat lebih cepat dan lebih akurat,” katanya.
Dengan tekanan industri yang semakin tinggi di 2026, perusahaan manufaktur perlu memperkuat sistem perencanaan produksinya. Pemanfaatan software manufaktur menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, menjaga ketepatan waktu pengiriman, serta mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.