Jakarta -

Kisah perceraian unik terjadi di China. Hakim menyarankan suami istri ini memasak pembagian seekor ayam peliharaan mereka agar adil. Begini ceritanya.


Sering kali proses perceraian sepasang suami istri menemukan hambatan di persidangan. Salah satunya dialami suami istri di provinsi Sichuan ini sekitar setahun lalu.


Dikutip dari (10/8/2025), sang wanita bernama Tu, sedangkan suaminya bernama Yang. Mereka terlibat perselisihan mengenai 29 ekor ayam peliharaan bersama.




Diketahui kalau pendapatan utama mereka berasal dari peternakan, tapi Yang sesekali juga melakukan pekerjaan serabutan. Yang dan Tu tidak memiliki aset besar selain rumah yang mereka bangun sendiri.


Karena berasal dari desa yang berbeda, peraturan setempat memungkinkan mereka untuk memutuskan kepemilikan rumah sendiri. Akibatnya, fokus pembagian aset mereka bergeser ke unggas peliharaan.



Hakim ketua persidangan cerai, Chen Qian, mengungkap pasangan ini memeliharan 53 ekor unggas. Peliharaannya terdiri dari 29 ekor ayam, 22 ekor angsa, dan 2 ekor bebek.


Jumlah angsa dan bebek yang genap memungkinan dibagi rata. Namun tidak dengan ayam yang menjadi titik perselisihan.


Pasangan tersebut berkonsultasi dengan orang tua mereka tetapi tidak menemukan solusi. Anak-anak mereka juga menolak untuk terlibat.


Tu mengatakan di pengadilan bahwa dia sendiri yang memelihara ayam-ayam tersebut dan memiliki ikatan emosional dengan mereka, sehingga dia berhak mendapatkan satu ekor lagi.


Namun Yang tidak setuju. Ia mengklaim bahwa dia juga telah mencurahkan banyak waktu dan usaha untuk merawat hewan-hewan tersebut.




Hakim Chen kemudian menawarkan dua pilihan mediasi: mereka bisa makan ayam tambahan itu bersama-sama atau pihak yang memeliharanya harus memberikan kompensasi kepada pihak lain.


Pada akhirnya, pasangan tersebut setuju untuk memasak ayam tersebut dan memakannya bersama-sama sebelum bercerai.


Setelah itu, Yang mengantar Tu pulang dengan sepeda listrik. Keduanya memutuskan tetap mandiri secara finansial, saling mendukung, dan menjaga hubungan baik.


Mereka dilaporkan memperlakukan ayam tersebut sebagai "makanan perpisahan", meskipun detail spesifiknya tidak diungkapkan.


"Memakan ayam bersama-sama sesuai dengan peraturan hukum dan menghormati adat istiadat pedesaan," kata hakim Chen.


Kisah ini pun menyedot perhatian luas. Seorang netizen berkomentar dengan nada candaan, "Hakim menawarkan solusi yang adil, tetapi ayamlah yang sebenarnya menjadi korban."


"Mungkin setelah berbagi sup ayam, pasangan itu berdamai dan memutuskan untuk tidak bercerai," canda netizen lainnya.


Tingkat perceraian di China terus meningkat. Sebanyak lebih dari 3,6 juta pasangan mendaftarkan perceraian pada tahun 2023. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun 2022.





Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.