Bogor -
Taman Safari Indonesia (TSI) memperlihatkan perkembangan anak panda raksasa pertama yang lahir di Indonesia di TSI Cisarua Bogor. Anak panda raksasa menggemaskan bernama Satrio Wiratama itu tumbuh sehat.
Lahir akhir November tahun lalu, kehadiran Rio ke dunia menandai sebuah tonggak sejarah yang luar biasa. Direktur Utama Taman Safari Indonesia Aditya Sumampauw menekankan keistimewaan kelahiran mamalia asal Tiongkok ini.
"Ini benar-benar once in a lifetime experience. Dalam tiga tahun terakhir, hanya Rio yang lahir di kebun binatang di luar China. Kalau tidak di sini, kita harus melihatnya jauh-jauh ke Chengdu di China," ungkap Aswin di TSI, Cisarua, Bogor, Jumat (15/5/2026).
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, TSI secara khusus mengundang awak media untuk menyaksikan perkembangan Rio dari dekat, menjelang perkenalan resminya kepada publik pada akhir bulan ini.
Harapannya, masyarakat Indonesia yang belum berkesempatan mengunjunginya secara langsung tetap dapat merasakan kegembiraan seputar kedatangan bayi panda langka ini.
Perkembangan Luar Biasa yang Melampaui Target Standar
Selama pengamatan di lokasi oleh detikTravel, terlihat bahwa Rio sedang menjalani pemeriksaan rutin di dalam kandang kaca yang suhunya dikontrol. Terdapat 2 Tim medis di Taman Safari, yang mengenakan seragam hijau lengkap beserta masker dan penutup kepala, memeriksa dengan cermat dan membelai lembut bulu Rio, yang semakin tebal, menampilkan pola hitam-putih khasnya dengan sentuhan warna merah muda yang halus. Sejumlah boneka panda diletakkan di dekatnya untuk menemaninya.
Dr. Bongot Huaso Mulia, Departemen Life Sciences TSI, memberikan penjelasan mengenai kesehatan Rio, dengan menyatakan bahwa kondisinya sangat baik dan tingkat pertumbuhannya melebihi rata-rata.
"Target berat badannya pada hari ke-150 itu 10,8 kg, dan hari ini di usia ke-170 hari sudah mencapai 11,5 kg. Dia membutuhkan minimal pertumbuhan 50 gram per hari, dan Rio sudah jauh melebihi target tersebut," jelas Bongot.
Pemeriksaan kesehatan Rio yang tadinya dilakukan setiap 5 hari sekali, kini mulai dilonggarkan menjadi 10 hari sekali seiring dengan fisiknya yang makin kuat.
Lebih lanjut, Drh. Bongot menceritakan tingkah laku Rio yang semakin aktif. Matanya sudah terbuka sejak usia dua bulan, dan pada bulan April lalu, ia sudah mulai belajar berjalan. Uniknya, latihan fisik pertamanya bukanlah memanjat pohon, melainkan memanjat tubuh sang induk, Hu Chun.
"Mamanya itu ikhlas sekali sepertinya, mama yang baik. Hu Chun selalu mendampingi kalau Rio sedang naik-naik, dijaga terus jangan sampai ada apa-apa," cerita Bongot.
Saat Rio menginjak usia 80 hari ia mengalami perubahan yang tidak biasa, giginya mulai tumbuh. Layaknya balita yang sedang tumbuh gigi atau anak anjing yang sedang bermain-main, Rio merasakan rasa gatal yang membuatnya mencari benda-benda untuk dikunyah. Tim medis menanggapi hal ini dengan memberinya rebung, yang dikenal karena kelembutannya, keamanannya, dan mudah dicerna.
Bersiap untuk Penampilan Publik
Meskipun Rio mulai menunjukkan kepercayaan diri yang lebih besar dalam lingkungan sosial, TSI masih menerapkan pendekatan pelatihan bertahap, mengingat sifat panda yang secara alami pemalu.
Tim medis saat ini fokus mengamati perkembangan pendengaran dan penglihatan Rio, yang tampaknya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk matang sepenuhnya sekitar usia 6 hingga 7 bulan.
Lingkungan di sekitar kandang Rio dilengkapi dengan peringatan "Dilarang Bising" yang ketat. Panda menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap suara keras, sehingga fase transisi ini sangat penting untuk membantu Rio beradaptasi dengan suara-suara manusia.
Bagi para travel dan pecinta hewan yang menantikan tingkah lucu Satrio Wiratama, bersiaplah! Jika semuanya berjalan sesuai rencana, anggota baru yang menawan di Taman Safari ini akan menyambut pengunjung pada akhir bulan Juni.