Jakarta (ANTARA) - Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan kian pede atau percaya diri seusai berhasil menembus semifinal pertamanya pada turnamen BWF World Tour Super 750, yakni di Singapore Open 2026.


“Alhamdulillah, senang banget pastinya bisa menang, membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750. Tadi sempat terkejar di gim kedua tapi bisa mengontrol tekanan dan bisa menguasai keadaan,” kata Alwi dalam keterangan PBSI yang diterima di Jakarta, Jumat.


Alwi memastikan tempat di semifinal setelah mengalahkan wakil Jepang Kodai Naraoka pada perempat final Singapore Open 2026 di Stadion Indoor Singapura, Jumat, dengan skor 21-12, 21-17.


Kemenangan itu tidak hanya membawa Alwi melangkah lebih jauh di turnamen level Super 750, tetapi juga menjadi pembalasan atas kekalahan dari Kodai pada pertemuan sebelumnya di Kejuaraan Asia 2026. Ketika itu, Alwi kalah dengan skor 16-21, 17-21.








Alwi mengatakan pengalaman dari laga tersebut membuatnya lebih siap menghadapi pola permainan Kodai, termasuk berbagai aspek teknis dan non-teknis yang terjadi di lapangan.


“Kodai cukup sering delay the game, jadi memang harus sabar, harus siap dengan segala teknis dan non-teknisnya di dalam lapangan. Saya belajar dari pertemuan pertama di Kejuaraan Asia lalu,” ujar Alwi.


Meski mampu menang dua gim langsung, Alwi mengakui pertandingan tersebut tidak sepenuhnya mudah. Pada gim kedua, ia sempat unggul cukup jauh sebelum Kodai mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 16-16.


Namun, Alwi mampu kembali mengendalikan permainan pada poin-poin kritis. Ia merebut momentum pada akhir gim kedua untuk mengunci kemenangan 21-17 sekaligus memastikan tiket semifinal.






Keberhasilan itu melanjutkan tren positif Alwi di Singapore Open 2026. Sehari sebelumnya, ia juga membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama sekaligus pemain peringkat teratas dunia asal China, Shi Yu Qi, melalui pertarungan tiga gim 21-16, 19-21, 21-14.


Alwi mengatakan kemenangan atas Shi sempat menghadirkan tekanan tersendiri. Ia merasa ekspektasi terhadap dirinya meningkat, sehingga harus lebih cermat dalam mengelola pikiran saat menghadapi pertandingan berikutnya.


“Hari ini justru saya agak tertekan karena kemarin sudah mengalahkan unggulan pertama, pikirannya terbalik karena ‘oh, sudah ngalahin Shi Yu Qi harusnya bisa menang sama yang lainnya’. Namun saya mencoba mengontrol dan belajar dari pengalaman, ketika bermain bagus kemarin tidak menjamin hari ini bisa menunjukkan performa serupa. Sempat takut antiklimaks, tapi akhirnya saya bisa mengontrol walaupun sedikit struggle. It is what it is,” kata Alwi.


Di semifinal, Sabtu (30/5), Alwi akan menghadapi tunggal putra Prancis Alex Lanier, yang melaju ke empat besar setelah menyingkirkan wakil Denmark Anders Antonsen melalui pertandingan tiga gim 14-21, 21-16, 21-16.


Menatap laga tersebut, Alwi mengatakan akan berusaha menjaga fokus dari satu poin ke poin berikutnya. Ia menyadari tekanan pada babak semifinal akan berbeda, terlebih ini menjadi pengalaman pertamanya tampil di empat besar turnamen Super 750.


“Besok semifinal, tekanan pasti berbeda tapi yang pastinya saya akan memikirkan every point by point,” ujar Alwi.






Alwi juga menyebut dukungan dan semangat dari para senior, termasuk pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menjadi tambahan motivasi baginya untuk terus melangkah di Singapore Open 2026.


“Saya dengan Fajar dan Fikri sangat dekat, sebagai senior mereka selalu punya hal positif yang bisa dibagi. Hari ini mereka juga mencontohkan semangat di lapangan yang membuat saya makin termotivasi. Saya berterima kasih kepada mereka, semoga kami bisa melangkah lebih jauh lagi,” kata Alwi.


Kemenangan Alwi, membuat Indonesia menempatkan dua wakil di semifinal Singapore Open 2026. Sebelumnya Fajar/Fikri juga melaju setelah menyingkirkan wakil Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 21-18, 10-21, 21-14.


Mereka selanjutnya akan berhadapan dengan wakil China Liang Wei Keng/Wang Chan yang mengalahkan Aaron Chia/Sho Wooi Yik asal Malaysia dengan skor 21-15, 21-15.