Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto berharap Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 yang dinilainya dapat berdampak besar terhadap kemajuan futsal tanah air.
"Jika turnamen (Piala Dunia Futsal) sebesar itu hadir di Indonesia, dampaknya akan sangat besar bagi perkembangan futsal," kata Hector Souto kepada awak media di Jakarta, Jumat.
Juru taktik asal Spanyol itu pun mendukung upaya PSSI untuk mewujudkan hal tersebut.
Menurut Souto, jika Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028, maka Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara futsal terkuat di dunia karena memiliki jumlah penduduk yang besar dan basis penggemar yang luas.
"Saya sangat menghargai keinginan untuk berinvestasi pada hal (menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal) tersebut," ujar dia.
Souto mengatakan, hal yang dibutuhkan masyarakat futsal Indonesia adalah harapan dan kesempatan. Apabila Piala Dunia Futsal digelar di Indonesia, kata dia, maka masyarakat bisa melihat langsung permainan futsal di level tertinggi.
Bersamaan dengan itu, ekosistem futsal Indonesia, kata dia, juga terus dikembangkan melalui Pro Futsal League agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di level internasional.
"Mimpi saya lainnya, suatu hari nanti adalah membawa Intercontinental Cup (yang mempertemukan klub juara turnamen regional-red) diselenggarakan di Indonesia. Saya tidak tahu apakah itu memungkinkan atau tidak, tetapi jika ada kesempatan, saya akan memperjuangkannya," tutur dia.
Souto mengatakan bahwa target besar tersebut mungkin masih sebatas impian untuk saat ini, tetapi itu adalah salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat tentang standar futsal dunia.
"Saya sering mengatakan pada tahun pertama dan kedua saya di sini bahwa kita hidup dalam 'gelembung'. Kita merasa sudah menjadi yang terbaik di dunia, padahal kenyataannya belum demikian. Karena itu, gelembung tersebut harus dipecahkan. Kita harus menunjukkan kepada semua orang bahwa level tertinggi futsal dunia ada di sana, dan kita masih sejauh ini. Dari situ kita bisa membangun masa depan dengan lebih realistis," tutur dia.