Jakarta (ANTARA) - Sebanyak enam pemain akan menjadi sorotan utama dalam Piala Dunia 3x3 Wanita atau Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) 3x3 Women's World Cup 2026, di Warsawa, Polandia, pada 1-7 Juni.
Laman FIBA 3x3, Jumat, menyatakan para pemain bintang itu berasal dari berbagai negara, mulai juara bertahan Belanda hingga penantang Amerika Serikat (AS).
Sorotan pertama tertuju kepada Noortje Driessen yang menjadi andalan Belanda sebagai juara bertahan.
Driessen dikenal sebagai pemain serbabisa dengan kemampuan bertahan, ketenangan, dan pengambilan keputusan yang sangat baik. Dia diharapkan mampu membawa Belanda mempertahankan gelar dunia.
Kemudian berpindah ke Australia. Tim Negeri Kanguru datang dengan kekuatan penuh melalui Marena Whittle.
Berdasarkan statistik FIBA, pemain berpengalaman itu akan tampil untuk ketiga kalinya di Piala Dunia 3x3 dan diandalkan karena kemampuannya mencetak angka, merebut rebound, serta menjaga banyak posisi di lapangan.
Dari Prancis, Hortense Limouzin kembali menjadi motor permainan timnya. Limouzin dikenal sebagai pengatur tempo yang piawai dan paling konsisten di bola basket 3x3 putri dunia.
Sementara Amerika Serikat menaruh harapan besar kepada bintang muda Mikaylah Williams.
Setelah gagal memenuhi ekspektasi pada edisi 2025 di Ulaanbaatar, Mongolia. Dia datang dengan motivasi tinggi usai membawa Negeri Paman Sam menjuarai dua seri FIBA 3x3 Women's Series secara beruntun tahun ini.
Beralih ke Asia, Mongolia datang demgam membawa Khulan Onolbaatar. Dia diprediksi kembali menjadi pusat perhatian lewat gaya bermain agresif dan kemampuan mencetak poin dalam situasi krusial.
Terakhir, selaku tuan rumah, Kanada mengandalkan pengalaman Paige Crozon yang sebelumnya tampil di Olimpiade Paris 2024 dan beberapa kali membantu negaranya meraih gelar internasional.
Perpaduan kemampuan teknik dan pengalaman pemain itu, akan menjadi kunci untuk bersaing ketat dengan peserta lainnya.
Sebanyak 16 tim yang terbagi dalam empat grup, memulai turnamen lewat fase grup pada 1-4 Juni. Setelah itu, setiap peserta yang lolos dari persaingan grup akan kembali berjuang dalam fase gugur.