Manado (ANTARA) - Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengatakan misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dengan Sulawesi Utara mencatatkan transaksi sebesar Rp1,74 triliun.
"Kalau tahun 2022 ada catatan 58 transaksi senilai Rp158 miliar, ternyata setelah kenal lama selama empat tahun, catatan hari ini per pukul 10:30 Wita bisa mencapai sekitar Rp1,74 triliun," kata Emil saat memberikan keterangan pers usai acara 'Misi Dagang dan Investasi' Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Utara' di Manado, Kamis.
Angka transaksi tersebut, menurut dia, adalah komitmen yang harus direalisasikan, sehingga perlu dikawal kelancaran proses kerjasama agar realisasinya membawa manfaat dan ini masih berjalan terus.
Wagub Emil menambahkan, terminologi 'Gerbang Baru Nusantara', memiliki semangat 'win-win' sehingga Provinsi Jawa Timur juga harus berbenah dan berpacu.
"Penduduk kami 42 juta jiwa, sementara luas wilayah Sulawesi Utara daratannya mungkin seperempatnya Jawa Timur. Tapi, Jawa Timur itu jumlah penduduknya yaitu hampir 20 kali dari Sulawesi Utara, jadi padat sekali," katanya menambahkan.
Dari kondisi tersebut, kata Wagub Emil, Provinsi Jawa Timur harus mengembangkan manufaktur yang harus didukung infrastruktur yang bisa menghubungkan mitra dengan potensi pasar.
"Kalau Bitung ini bagus untuk menjangkau Filipina, Pasifik, mungkin kami bisa bersinergi dengan Sulawesi Utara untuk ke arah barat,p misalnya pasar-pasar ke arah Singapura, Eropa, Afrika, Asia Selatan begitu, jadi komplementer," sebut Wagub Emil.
Wagub Emil menambahkan, barang-barang dari Provinsi Jawa Timur seperti tembakau dan sebagainya bisa saja menjangkau pasar-pasar sampai ke Davao, Filipina melalui Sulawesi Utara sebagai pusat jalur distribusi.
Sulawesi Utara memiliki potensi darat luar biasa seperti cengkih, bahkan ada tanaman-tanaman potensial di dataran tinggi Modoinding, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Bahkan, kata dia, luas wilayah Sulawesi Utara yang mencapai 57 ribu lebih kilometer persegi, luas wilayah daratannya sekitar 14 ribu, sisanya adalah maritim.
"Jadi potensi laut luar biasa, kita ada tuna yang diolah di Jawa Timur. Nah ini adalah potensi yang sangat komplementer, jadi sangat melengkapi satu sama lain," katanya.
Provinsi Sulawesi Utara, kata dia, diberkahi dengan kekayaan alam tetapi juga ingin mendapatkan nilai tambah semaksimal mungkin untuk kesejahteraan warganya.
"Jawa Timur hadir bersama-sama sebagai saudara sebangsa setanah air, kita ingin maju bersama-sama," ujarnya.
Selanjutnya, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay berharap misi dagang dan investasi yang dibuat dan dikerjasamakan akan ditindaklanjuti dan terus dilakukan bukan hanya dari tahun 2022 sampai 2026, tapi setiap tahun.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh produsen dan pembeli bahan-bahan produk Sulawesi Utara. Kami berharap ini terus berlanjut sehingga hubungan kerjasama memperkuat secara nasional, dan konektivitas antar daerah kuat secara nasional," harap Wagub Victor.