Jakarta (ANTARA) - Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Albertha Nathaniel Pasaribu masih mencari jawaban atas penurunan performa mereka setelah tersingkir pada babak 16 besar BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2026.


Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dengan skor 15-21, 19-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.


"Kami merasa soal komunikasi sudah diperbaiki, sudah lebih baik. Saya dan Felisha juga bingung, sehabis Indonesia Masters 2026 kenapa bisa menurun," kata Jafar seusai pertandingan.








Kekalahan tersebut menjadi hasil yang belum sesuai harapan bagi Jafar/Felisha. Terlebih, mereka sempat memiliki peluang untuk memaksakan gim penentuan setelah mengejar ketertinggalan dari 13-19 menjadi 19-19 pada gim kedua.


Namun, momentum tersebut gagal dimanfaatkan. Goh/Lai kembali mengambil dua poin terakhir untuk menutup pertandingan sekaligus memetik kemenangan pertama atas Jafar/Felisha setelah selalu kalah dalam tiga pertemuan sebelumnya.


Felisha mengatakan permainan mereka belum berjalan nyaman sejak awal pertandingan. Ia mengungkapkan banyak kesalahan sendiri yang membuat lawan semakin mudah menekan.


"Pertama-tama bersyukur ya, tidak ada cedera di pertandingan ini. Kesulitannya tadi lebih ke permainan kami sih yang feeling-nya kurang bagus, kurang in. Jadi kami banyak melakukan kesalahan sendiri, terus pertahanan kami gampang ditembus lawan," kata Felisha.


Menurut Felisha, kesalahan-kesalahan tersebut perlahan membuat mereka makin sulit keluar dari tekanan. Kondisi itu juga membuat pola permainan tidak berkembang sesuai harapan.






Jafar mengatakan dirinya dan Felisha sempat mencoba mengubah strategi setelah kehilangan gim pertama. Mereka juga berdiskusi di lapangan untuk mencari cara keluar dari tekanan Goh/Lai.


"Kami sudah sempat mencoba strategi lain setelah kalah di gim pertama. Saya ngobrol juga sama Felisha bagaimana selanjutnya. Mungkin sudah tertekan terus dari gim pertama, kami tidak bisa keluar dari tekanan," ujar Jafar.


Felisha tidak menampik bahwa komunikasi menjadi salah satu bahan evaluasi bersama pelatih dalam beberapa turnamen terakhir. Mereka sudah berusaha memperbaiki hal tersebut, tetapi hasilnya belum terlihat dalam pertandingan.


"Kami merasa performa kami buruk di beberapa pertandingan terakhir. Kalau dari pelatih evaluasinya adalah masalah komunikasi. Kami sudah coba perbaiki komunikasi, tetapi belum ada hasilnya," kata Felisha.


Selain aspek komunikasi, Jafar/Felisha juga mengatakan ada hal teknis yang perlu dibenahi. Felisha mengatakan pola permainan mereka perlu dibuat lebih bervariasi karena mulai terbaca oleh lawan.


"Banyak hal yang mesti kami perbaiki, bukan cuma nonteknik tapi teknik permainannya juga. Sebelumnya memang hasilnya lumayan, tapi itu kan bukan yang stabil konsisten bagus terus. Apalagi sedang menurun begini, sudah pasti makin jauh lagi," ujar Felisha.






Jafar/Felisha juga menyadari pentingnya mengembalikan kepercayaan diri setelah beberapa hasil kurang baik. Mereka mengatakan perbaikan tersebut dibutuhkan agar bisa kembali tampil lebih lepas dan konsisten pada turnamen berikutnya.


Hasil ini membuat langkah Jafar/Felisha terhenti pada babak 16 besar, sekaligus memastikan Indonesia tidak memiliki wakil di sektor ganda campuran Indonesia Open 2026.


Sebelumnya, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil kalah dari unggulan pertama China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping 14-21, 21-17, 18-21, sementara Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah takluk dari unggulan keenam China Guo Xin Wa/Chen Fang Hui 17-21, 9-21.