Jakarta -

Liburan ke China, presenter ini langsung masuk rumah sakit usai menyantap hidangan hotpot dengan daging yak, sejenis sapi berbulu tebat asal Tibet. Kenapa ya?


Baru-baru ini, pembawa acara asal Taiwan, Li Jing, mengalami keracunan makanan saat berlibur ke Xinjiang, China. Presenter 62 tahun itu harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami demam tinggi hingga 39 derajat Celsius pada malam hari usai menikmati kuliner khas setempat.


Dilansir dari 8days (05/06/2026), melalui unggahan di media sosial, Li Jing menceritakan pengalamannya selama liburan. Sebelumnya, ia menghabiskan waktu berkeliling menikmati pemandangan dan bahkan berfoto bersama yak putih yang menjadi salah satu ikon wilayah tersebut.




Yak merupakan spesies sapi berbulu lebat dan panjang yang berasal dari kawasan dataran tinggi Tibet dan Pegunungan Himalaya.



Liburan Berujung Dirawat! Pria Ini Diduga Keracunan Hotpot Daging SapiLiburan Berujung Dirawat! Pria Ini Diduga Keracunan Hotpot Daging Sapi Foto: Site News

Pada malam harinya, rombongan tur yang diikutinya menikmati hidangan hot pot daging yak khas Xinjiang. Menu ini merupakan sajian populer dari kawasan Dataran Tinggi Pamir yang banyak dicari para turis.



Meski sempat merasa ragu karena baru saja berinteraksi dengan hewan tersebut, Li Jing akhirnya memutuskan mencicipi daging yak sebagai bagian dari pengalaman kuliner lokal.


Namun, tak lama setelah makan malam, kondisi kesehatannya menurun drastis. Ia mengalami demam tinggi dan harus mendapatkan penanganan medis darurat. Dengan nada bercanda, Li Jing sempat mengatakan, "Saya percaya pada karma, hanya saja tidak menyangka datang secepat ini." ujarnya.



Liburan Berujung Dirawat! Pria Ini Diduga Keracunan Hotpot Daging Sapi Hotpot Daging Sapi Foto: Site News

Li Jing menduga ia jatuh sakit karena daging yak yang disantapnya kurang matang. Menurutnya, proses memasak di wilayah dataran tinggi memiliki tantangan tersendiri karena air sulit mendidih dengan sempurna, karena cuaca yang dingin sehingga daging yak jadi kurang matang.


Ia mengaku salah satu pelayan menyarankan agar irisan daging yak hanya dimasak selama sekitar 10 detik untuk mendapatkan tekstur terbaik. Li Jing menduga waktu memasak yang terlalu singkat tersebut berpotensi membuat daging belum matang sempurna dan memicu gastroenteritis akut atau radang saluran pencernaan.


Saat tiba di rumah sakit, ia juga melihat banyak pasien lain di unit gawat darurat yang mengalami keluhan serupa. Meski tidak dapat dipastikan apakah penyebabnya sama, kondisi tersebut membuatnya semakin yakin bahwa masalah pencernaan menjadi salah satu penyebabnya.


Di sisi lain, pengalaman tersebut membuat Li Jing semakin menghargai kerja keras petugas medis. Saat dirinya dirawat, rumah sakit itu memiliki petugas medis yang terbatas karena bertepatan dengan perayaan festival masyarakat Uyghur.








Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.