Jakarta (ANTARA) - Beberapa kreator konten kecantikan di platform media sosial membagikan kiat merias wajah sesuai dengan warna kulit dan penampilan khas individu.


Analis warna pribadi dan kreator konten kecantikan Amanda Karina Putri menyampaikan perlunya menyelaraskan warna riasan dengan warna alami di bawah permukaan kulit atau undertone dalam merias wajah.


"Warna yang sesuai biasanya membuat wajah terlihat lebih cerah dan segar," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers Brightminds Communications untuk TikTok pada Sabtu.


"Sementara warna yang kurang cocok dapat membuat area seperti undereye, smile lines, atau rahang tampak lebih gelap," kata dia.


Pemahaman mengenai undertone dinilai dapat memudahkan pemilihan warna riasan.






Kulit dengan warm tone dinilai cocok diberi riasan warna persik atau terakota dan kulit cool tone cocok dengan warna riasan pink atau berry. Kulit dengan neutral tone dinilai lebih fleksibel.


Amanda mengatakan, undertone kulit dapat dikenali dengan melihat bagaimana kulit wajah merespons warna hangat dan dingin, misalnya dengan mendekatkan kertas oranye dan biru secara bergantian ke wajah.


Dalam penggunaan produk complexion, dia menyarankan uji coba penggunaan produk di area rahang yang lebih netral untuk melihat kecocokan warnanya dengan warna kulit wajah dan leher.


"Konsep seasonal color seperti Spring, Summer, Autumn, dan Winter dapat membantu seseorang menemukan palet warna yang paling mencerminkan dirinya," kata Amanda.







Beberapa kreator konten kecantikan lebih fokus pada upaya untuk mendorong orang mengenali keunikan, mencoba gaya yang sesuai, serta mengekspresikan diri secara autentik.


Kreator konten Alma Tando menceritakan bagaimana dia pernah merasa kurang percaya diri karena berkacamata, tetapi dia kemudian menyadari bahwa kacamata justru menjadi bagian dari identitas yang membuatnya berbeda.


Berdasarkan pengalaman itu, Alma membuat konten tutorial merias khusus bagi pengguna kacamata di platform TikTok, yang kemudian mendatangkan peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai merek.


"Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa hal yang sering dianggap sebagai kekurangan justru bisa menjadi kekuatan yang membuat seseorang lebih mudah diingat," kata Alma.


Farra Jaidi selaku kreator konten yang mengeksplorasi seni merias berpendapat bahwa tidak ada satu definisi kecantikan yang berlaku untuk semua orang.


"Ketika kita menemukan gaya yang paling sesuai dengan diri sendiri, orang lain juga bisa melihat karakter dan keunikan yang kita miliki," kata Farra.






"Ketika kita memahami kebutuhan diri sendiri dan tidak sekadar mengikuti tren, pilihan yang kita buat biasanya terasa lebih tepat dan autentik. Hal inilah yang terus kami terapkan sebagai kreator untuk terus membangun kepercayaan diri komunitas kecantikan di TikTok," ia menjelaskan.


Kepala Pemasaran Bisnis TikTok Indonesia Sitaresti Astarini mengatakan bahwa komunitas kecantikan TikTok di Indonesia kian berkembang.


"Konten kecantikan dan perawatan diri tumbuh hingga 57 persen dalam setahun terakhir," katanya.


Ia mengemukakan bahwa komunitas kreator kecantikan di TikTok membantu masyarakat dengan konten edukasi, kiat merias, dan rekomendasi produk mereka.


"Melalui konten edukatif, tips makeup lifeproof, hingga rekomendasi produk yang autentik, komunitas itu membantu masyarakat menemukan cantik versi mereka sekaligus mendukung pertumbuhan brand kecantikan lokal," katanya.