Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta mengawal proses pemulihan fisik dan psikis dari anak berinisial MWP yang menjadi korban perundungan oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
"Hari ini kami melakukan kunjungan ke rumah korban untuk memastikan kondisinya secara langsung, sekaligus mendengar keterangan dari pihak keluarga," ujar Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, saat ditemui di Menteng, Sabtu.
Saat ini, lanjut dia, penanganan yang paling mendesak bagi korban adalah pemulihan kesehatan fisik dan psikis. Karena selain mengalami trauma psikologis, korban juga mengalami gangguan kesehatan fisik yang cukup memprihatinkan akibat peristiwa tersebut.
"Berdasarkan keterangan keluarga, kalau malam korban masih sering demam, menangis, dan tidurnya terganggu karena trauma. Saat ini korban juga masih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan medis," kata Cornelia.
Meskipun saat dikunjungi korban tampak ceria di luar, Komnas PA menilai trauma mendalam di dalam diri anak tersebut harus segera diintervensi agar tidak mengganggu tumbuh kembangnya di masa depan.
Untuk itu, Komnas PA DKI Jakarta telah merencanakan langkah penanganan psikologis secara cepat, sembari berkoordinasi dengan pihak Polres Jakarta Pusat terkait pemenuhan hak-hak korban.
Sementara itu, Vira (26), ibu kandung korban, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan dukungan yang diberikan oleh Komnas PA DKI Jakarta.
Ia berharap lembaga tersebut dapat membantu memulihkan kesehatan anaknya sekaligus mengawal proses hukum agar berjalan adil.
"Terima kasih atas bantuannya untuk kesehatan MWP dan kelanjutannya. Saya berharap proses hukum terhadap para pelaku bisa berjalan secepat-cepatnya," harap Vira.
Kondisi kesehatan MWP (6), bocah laki-laki yang menjadi korban perundungan oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, kini berangsur pulih, meski belum sepenuhnya stabil.
Ayah korban, Bella (29), mengungkapkan bahwa putranya masih mengalami sejumlah gejala fisik pasca-penganiayaan, seperti demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga gejala gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.
"Tetap 40 derajat, masih panas badannya. Masih gelisah dan gatal-gatal. Kalau untuk pemeriksaan kepala, nanti berjalan, karena kepalanya kemarin sempat bengkak tapi sekarang sudah agak kempesan," kata Bella saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu.
Bella menambahkan tekanan darah korban saat ini juga masih dipantau intensif karena belum menunjukkan perkembangan normal.
"Kondisi anak belum stabil, darahnya tadi dicek masih rendah dan belum ada perkembangan," tutur Bella.
Guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda, Jakarta Pusat, pada Sabtu ini.
"Hari ini mau dirujuk ke sana. Nanti pihak dokter yang tahu apakah harus dirawat inap atau bagaimana," tutur Bella.
Terkait kondisi psikologis, Bella menjelaskan bahwa trauma yang dialami korban kini mulai membaik.