Jakarta (ANTARA) - Kebiasaan mengetik dan berinteraksi dengan layar perangkat elektronik dalam waktu lama bisa memicu masalah yang berkenaan dengan persendian, saraf, dan tendon.


Menurut Dr. Abhishek Barli, ahli bedah penggantian sendi robotik, trauma, dan artroskopi di Rumah Sakit Yashoda di Hyderabad, melakukan gerakan berulang seperti mengklik tetikus atau mengetik dalam waktu lama dapat memicu cedera yang disebut Repetitive Strain Injury (RIS).


Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Kamis (11/6), dia menyampaikan bahwa masalah itu sekarang semakin umum terjadi di kalangan pekerja kantoran, mahasiswa, profesional teknologi informasi, dan bahkan remaja.


Oleh karena itu, dia menyarankan individu yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu untuk mengetik dan berinteraksi dengan layar perangkat agar waspada jika mengalami gejala seperti kesemutan, mati rasa di jari, dan nyeri ibu jari.


Gejala lain yang perlu diwaspadai yakni ketidaknyamanan pergelangan tangan, kelelahan tangan, penurunan kekuatan genggaman, dan sensasi terbakar di lengan bawah.






Dr. Barli menyampaikan bahwa gejala-gejala itu awalnya mungkin ringan, tetapi selanjutnya bisa memburuk.


"Beberapa melaporkan jari-jari mereka terkunci atau berbunyi klik," katanya.


Kalau gejala-gejala itu menetap, ia melanjutkan, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.



Menggerakkan tangan secara berulang tanpa istirahat memadai dan atau koreksi posisi ergonomis berisiko menyebabkan peradangan kronis dan kompresi saraf.






Dr. Barli menyarankan beberapa tindakan pencegahan bagi mereka yang sehari-hari harus menggunakan perangkat dalam waktu lama.


Guna menekan risiko kelelahan dan cedera tangan, menurut dia, posisi keyboard dan tetikus sebaiknya dijaga setinggi siku.


Selain itu penting untuk mengistirahatkan tangan sejenak dari gerakan setiap 45–60 menit, meregangkan jari dan pergelangan tangan, serta memperbaiki postur tubuh secara keseluruhan.


Dr. Barli mengatakan bahwa kelelahan dan cedera tangan karena terlalu banyak melakukan gerakan berulang dalam banyak kasus dapat dipulihkan kalau dideteksi dan ditangani sejak dini.


Namun, ada pula gangguan yang tetap berlanjut walaupun sudah menjalani perawatan.


"Bahkan setelah perawatan, carpal tunnel syndrome dapat menyebabkan mati rasa, kelemahan, kehilangan ketangkasan, dan penurunan kekuatan genggaman," kata Dr. Barli.