Jakarta (ANTARA) - Pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum gagal mempertahankan gelar juara Australian Open setelah terhenti di babak semifinal edisi 2026 turnamen level BWF World Tour Super 500 tersebut.


Menghadapi unggulan pertama asal China Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, Rachel/Febi sempat memaksakan rubber gim sebelum dipaksa mengaku keunggulan lawannya 16-21, 22-20, 16-21 di Quaycentre, Sydney, Sabtu.


"Pastinya belum puas tapi harus diterima dengan hasil ini. Kedepannya kami coba buat lebih baik lagi," ungkap Rachel dalam keterangan pascalaga PBSI.


Rachel menilai bahwa permainannya di gim pertama kali ini terlalu terburu-buru dan kurang tenang ketika menghadapi skema bertahan.








Ia dan Febi berusaha memperbaiki hal itu pada gim kedua dan cukup berhasil tampil lebih demi mengatur ritme dan menentukan penempatan bola yang lebih baik.


"Sayang di gim ketiga ada hilang fokus sedikit dan banyak kesalahan sendiri," ujar Rachel.


Senada dengan Rachel, Febi juga menilai bahwa skema pertahanannya kali ini masih begitu ceroboh dan terburu-buru dibandingkan dengan ketika bertemu Jia/Zhang di Kejuaraan Asia Bulu Tangkis (Badminton Asia Championships/BAC) 2026.


"Saat menang di BAC lalu, kami bisa tenang defense-nya, tenang mengatur polanya, tidak buru-buru main balik serang. Sedikit berbeda dengan hari ini," ungkap Febi yang bersama Rachel menjadi unggulan kelima ganda putri Australian Open 2026.






Kekalahan Rachel/Febi membuat "All-Indonesian Final" di sektor ganda putri yang terjadi pada Australian Open 2025 batal terulang.


Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang Rachel/Febi kalahkan tahun lalu justru berhasil kembali melangkah ke final dan ketitipan untuk membalaskan kekalahan kompatriot mereka kala menghadapi Jia/Zhang pada Minggu (14/6) esok.


Selain Ana/Trias, dua wakil Indonesia lain akan berlaga pada final besok, yakni Alwi Farhan di sektor tunggal putra dan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani.