Banjarmasin (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan mencatat populasi bekantan di Cagar Alam Gunung Kentawan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, meningkat dari 46 ekor pada 2013 menjadi 102 ekor pada 2026.
Kepala BKSDA Kalsel Agus Ngurah Krisna dikonfirmasi di Banjarmasin, Senin, mengatakan peningkatan signifikan ini menunjukkan kondisi habitat satwa endemik Kalimantan tersebut tetap terjaga dengan baik.
“Hasil pemantauan terbaru menemukan delapan kelompok bekantan yang menghuni kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan dengan jumlah individu pada setiap kelompok berkisar antara dua hingga 22 ekor,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan bekantan di Cagar Alam Gunung Kentawan menjadi temuan penting karena satwa yang identik dengan habitat hutan rawa, mangrove, dan tepian sungai itu mampu beradaptasi serta berkembang biak pada kawasan pegunungan yang didominasi ekosistem karst dan hutan dipterokarpa.
“Cagar Alam Gunung Kentawan merupakan salah satu lokasi pemantauan habitat bekantan pegunungan di Kalimantan Selatan. Pemantauan populasi dilakukan secara berkala sebagai upaya konservasi dan evaluasi kondisi habitat satwa liar di kawasan tersebut,” katanya.
Dalam aktivitas hariannya, bekantan di Gunung Kentawan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya di antara tebing dan bebatuan karst. Satwa itu memanfaatkan pucuk daun dari keluarga Ficus, daun birik, karet, serta daun taun sebagai sumber pakan utama yang tersedia di habitat alaminya.
Agus menuturkan peningkatan populasi bekantan selama lebih dari satu dekade menjadi indikator bahwa fungsi ekologis kawasan konservasi masih berjalan dengan baik, sekaligus menunjukkan keberhasilan berbagai upaya perlindungan habitat yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan kehidupan satwa liar di kawasan pegunungan mencerminkan keterhubungan antara bentang alam dan keanekaragaman hayati. Lereng gunung menjadi habitat penting bagi berbagai flora dan fauna yang memiliki nilai konservasi tinggi serta berperan menjaga keseimbangan ekosistem.
“BKSDA Kalsel terus mendorong perlindungan kawasan konservasi, termasuk Cagar Alam Gunung Kentawan, guna menjaga keberlanjutan habitat satwa liar dan memastikan keanekaragaman hayati tetap lestari bagi generasi mendatang,” ujar Agus.