Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat nilai transaksi super app Livin’ by Mandiri mencapai Rp2.083 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 19,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pada saat yang sama, frekuensi transaksi Livin’ by Mandiri meningkat 19 persen secara tahunan menjadi 2,2 miliar transaksi. Sementara jumlah pengguna mencapai 40,3 juta pengguna, tumbuh 28 persen secara tahunan.
SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa perseroan terus memperkuat Livin’ by Mandiri sebagai bagian dari strategi menghadirkan keunggulan berkelanjutan melalui layanan digital yang adaptif, relevan, dan terintegrasi.
Menurutnya, kehadiran layanan digital yang andal dan efisien memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di tengah tingginya mobilitas dan kebutuhan transaksi yang semakin dinamis.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dihadirkan mampu memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam membangun ekosistem penggerak negeri yang inklusif dan berdaya saing,” kata Yanto.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, perseroan terus memperkuat kapabilitas Livin’ by Mandiri sebagai super app yang mampu mengakomodasi beragam kebutuhan transaksi nasabah dalam satu platform terintegrasi.
Layanan tersebut mencakup transfer antarbank dan BI-FAST, pembayaran tagihan rutin, top up e-wallet, transaksi QRIS di berbagai merchant, hingga pembelian tiket perjalanan serta kebutuhan gaya hidup melalui fitur Livin’ Sukha.
Untuk semakin meningkatkan kenyamanan nasabah dalam mengakses layanan perbankan, perseroan juga menghadirkan fitur Livin’ Call di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Melalui fitur ini, nasabah dapat terhubung langsung dengan agen call center Bank Mandiri tanpa dikenakan biaya pulsa, sehingga kebutuhan informasi maupun bantuan layanan dapat diakses secara lebih cepat dan praktis.
Perseroan menyampaikan, berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi keunggulan berkelanjutan yang mengedepankan reliability, scalability, dan customer centricity dalam pengembangan layanan digital.
Dengan pendekatan yang terukur serta pengelolaan risiko yang disiplin, perseroan optimistis mampu menjaga performa layanan di tengah tingginya aktivitas transaksi masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi layanan serta kolaborasi strategis guna memperluas akses keuangan yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan ekosistem digital nasional secara berkelanjutan,” kata Yanto.