Berdasarkan rekapitulasi kejadian karhutla hingga 13 Juni 2026, terdapat 154 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 305,39 hektare
Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 154 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luas lahan terbakar mencapai 305,39 hektare selama periode 1 Januari hingga 13 Juni 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Senin, mengatakan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi di Sumatera Selatan sepanjang tahun ini.
“Berdasarkan rekapitulasi kejadian karhutla hingga 13 Juni 2026, terdapat 154 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 305,39 hektare,” katanya.
Ia menjelaskan Kabupaten PALI mencatat 42 kejadian karhutla yang tersebar di lima kecamatan, yakni Talang Ubi sebanyak 12 kejadian, Penukal 11 kejadian, Penukal Utara sembilan kejadian, Abab enam kejadian, dan Tanah Abang empat kejadian.
Kemudian, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Muara Enim masing-masing mencatat 21 kejadian karhutla. Lalu, Musi Banyuasin, kejadian terbanyak terjadi di Kecamatan Sungai Keruh sebanyak tujuh kejadian, disusul Batang Hari Leko lima kejadian, Sekayu empat kejadian, Plakat Tinggi dua kejadian, serta Sungai Lilin, Sanga Desa, dan Lawang Wetan masing-masing satu kejadian.
Sedangkan, Kabupaten Muara Enim, karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Gelumbang sebanyak lima kejadian dan Kecamatan Lembak empat kejadian. Sejumlah kecamatan lainnya seperti Lubai, Kelekar, dan Rambang Niru masing-masing mencatat dua kejadian.
Selain itu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mencatat 16 kejadian, Ogan Ilir 12 kejadian, Ogan Komering Ulu (OKU) 10 kejadian, Banyuasin delapan kejadian, Musi Rawas tujuh kejadian, serta Kota Palembang dan Kota Prabumulih masing-masing enam kejadian.
Untuk Kota Palembang, kejadian karhutla tercatat terjadi di Kecamatan Alang-Alang Lebar sebanyak tiga kejadian, Ilir Barat I dua kejadian, dan Seberang Ulu II satu kejadian.
Adapun daerah lain yang tercatat mengalami karhutla yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak tiga kejadian, OKU Timur dua kejadian, dan Kota Lubuk Linggau satu kejadian.
Sudirman mengatakan, sebagian besar kejadian karhutla masih terkonsentrasi di wilayah tengah dan timur Sumatera Selatan sehingga memerlukan pengawasan serta upaya pencegahan yang lebih intensif menjelang puncak musim kemarau.
BPBD Sumsel bersama instansi terkait terus melakukan patroli, pemantauan titik panas, sosialisasi kepada masyarakat, serta menyiagakan personel dan peralatan guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
“Kami terus meningkatkan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan agar kejadian karhutla tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas saat memasuki musim kemarau,” kata Sudirman.