Banda Aceh (ANTARA) - Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma memfasilitasi pemulangan warga Kota Langsa, Aceh Yayang Lestari (28) yang terlantar di Malaysia setelah melarikan diri dari kejaran agen yang mempekerjakan korban sebagai asisten rumah tangga.


"Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi dengan tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia dan pihak KBRI, Yayang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," kata Sudirman Haji Uma, di Banda Aceh, Senin.


Bantuan ini diberikan setelah adanya laporan pihak keluarga yang mengaku kehilangan kontak dengan Yayang, dan berharap dapat dicarikan di negeri jiran tersebut.


Setelah menerima laporan, kata Haji Uma, bersama tim nya di Malaysia langsung melakukan penelusuran dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.


"Setelah dilakukan pencarian, Yayang akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan ke KBRI. Kemudian dibantu proses pemulangannya hingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Langsa," ujarnya.






Usai beberapa waktu berada dalam perlindungan KBRI, Haji Uma membiayai pemulangan korban dengan membelikan tiket penerbangan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Serta, transportasi lanjutan dari Kualanamu menuju Kota Langsa.


Berdasarkan pengakuan Yayang, dirinya berangkat ke Malaysia setelah menerima tawaran dari seorang teman bekerja di restoran. Tetapi, setibanya di Malaysia, ternyata dijadikan asisten rumah tangga.


Lalu, karena tidak sanggup menjalani pekerjaan tersebut, akhirnya ia memutuskan melarikan diri dan mencari perlindungan ke KBRI Kuala Lumpur.


Dalam kesempatan ini, Haji Uma mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar memastikan seluruh proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku.


"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan yang tidak jelas. Pastikan seluruh proses dilakukan secara legal agar terhindar dari berbagai persoalan dan hak-hak pekerja tetap terlindungi," demikian Haji Uma.