Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak mahasiswa menjadikan KKN sebagai laboratorium nyata untuk menguji ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.


"Selama satu bulan ke depan, mahasiswa akan bertemu langsung dengan masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, sekaligus menjadi bagian dari solusi. KKN bukan sekadar program akademik, tetapi laboratorium kehidupan yang akan membentuk kepemimpinan, kepedulian, dan kemampuan mahasiswa dalam menjawab tantangan sosial," kata Menko PM Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Senin.


Hal itu dikatakannya saat memberikan kuliah umum pembekalan dan pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Imam Bonjol di UIN Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat.


Muhaimin Iskandar melihat pelaksanaan KKN memiliki relevansi yang sangat kuat dengan agenda pemberdayaan masyarakat.


Melalui KKN, menurut dia, mahasiswa dapat membantu masyarakat mengenali potensi yang dimiliki, memperkuat kapasitas warga, hingga mendorong lahirnya berbagai inisiatif yang mendukung kemajuan desa dan nagari.






Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa KKN sebagai kesempatan menguji berbagai teori yang telah dipelajari selama kuliah dengan realitas yang ada di lapangan.


Menurutnya, kemampuan menghubungkan teori dan praktik merupakan bekal penting bagi calon pemimpin masa depan.


"KKN adalah kesempatan untuk melihat langsung bagaimana teori bertemu dengan kenyataan. Dari situ mahasiswa akan belajar memahami persoalan masyarakat secara utuh dan menemukan solusi yang relevan dengan kebutuhan warga," ujar Muhaimin Iskandar.


Ia menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang memiliki kepedulian sosial, integritas, serta kemampuan memahami persoalan masyarakat dari akar rumput.


Karena itu, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat selama KKN menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.






Pihaknya optimistis mahasiswa UIN Imam Bonjol memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa di masa depan.


"Kami berharap dari kampus ini lahir pemikiran-pemikiran besar, inovasi, dan solusi yang dapat menjawab tantangan bangsa. Jadikan KKN sebagai momentum untuk belajar, mengabdi, dan memperkuat komitmen menjadi pemimpin yang berdampak bagi masyarakat," kata Muhaimin Iskandar.