Kuala Lumpur (ANTARA) - Kerugian akibat penipuan daring di Malaysia melonjak menjadi 2,97 miliar ringgit (730 juta dolar AS) pada tahun 2025, dibandingkan dengan 1,57 miliar ringgit pada 2024, kata Inspektur Jenderal Kepolisian negara itu, Mohd Khalid Ismail, Senin.

Mohd Kalid melanjutkan, penipuan investasi fiktif mencatatkan kerugian tertinggi yaitu sebesar 1,47 miliar ringgit.

Dia juga mengungkapkan bahwa total 66.204 kasus penipuan daring tercatat pada 2025, meningkat 87 persen dari 35.368 kasus yang tercatat pada 2024.

"Penipuan melalui telepon tetap menjadi ancaman utama, dengan 28.388 kasus dilaporkan pada 2025," ujar Khalid, seraya menambahkan bahwa sindikat penipuan terus menyempurnakan taktik dan modus operandi mereka dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan kecanggihan platform komunikasi modern.

Dia pun memastikan Malaysia terus memperkuat upaya untuk menecegah hal tersebut.





"Oleh karena itu, upaya pencegahan, pendidikan, dan peningkatan kesadaran keamanan digital kini menjadi prioritas mendesak dan perlu terus diperkuat," kata Khalid.